Bisakah Saya Penjarakan Tukang Ngemplang Utang?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 09:17 WIB
Putra Sianipar
Putra Sianipar (Dok. Pribadi)
Jakarta -

Saat meminjam uang, kadang orang bisa mengiba setengah mati. Tapi saat ditagih membayar, bisa lebih galak dari yang memberi pinjaman. Hal itu kadang membuat kesal. Lalu apakah kita bisa pidanakan tukang ngemplang utang?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com :

Assalamualaikum
Selamat pagi, Pak.

Saya mau tanya. Apa bisa kita penjarakan orang yang berutang tapi dia setiap meminjam uang berjanji selalu dibayar akhir bulan. Tapi nyatanya nggak dibayar juga sampai sekarang.

Kalau dia minjam uang semua socmedku dibuka dan giliran kita minta, semua WA dan sebagainya diblok.

Apa itu utang atau menipu kita

Terima kasih

Untuk menjawab masalah di atas, tim detik's Advocate meminta pendapat hukum dari Putra Sianipar SH LLM. Berikut ini jawaban lengkapnya:

Dengan ragamnya pilihan saat ini, baik kebutuhan maupun keinginan setiap orang cenderung meningkat. Namun tidak semua bisa terpenuhi sekaligus. Terkadang banyak orang yang berusaha memenuhinya dengan jalan meminjam uang kepada orang lain atau berutang.

Namun setelah terpenuhinya kebutuhan atau keinginan dari pinjaman tersebut, tidak sedikit yang lupa dan mau mengembalikan pinjaman tersebut dengan sukarela dan tepat waktu bahkan ketika ditagih. Pemberi utang hanya diberi janji untuk membayar dan bahkan meminjam kembali dengan janji akan dilunasi setelahnya. Namun nyatanya janji hanyalah janji dan pembayaran utang tidak pernah terjadi. Hal ini untuk sebagian orang berlangsung terus menerus seperti yang dialami oleh Saudara Penanya.

Lalu apakah tindakan Relasi Saudara Penanya telah memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 372 KUHP, di mana Relasi Saudara Penanya dari awal melakukan pinjaman hutang telah berjanji akan membayar di kemudian hari namun nyatanya pinjaman hutang terus diajukan dan diberikan namun tidak satu pun pernah dibayar, bahkan cenderung menghindar dari kewajibannya?

Jika kita merujuk pada Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, yang berbunyi:

"Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun."

maka dapat kami jelaskan bahwa Relasi Saudara Penanya telah memenuhi unsur-unsur dalam Pasal 372 KUHP di mana Relasi Saudara Penanya dengan melakukan tipu muslihat ataupun rangkaian kebohongan dengan maksud agar Saudara Penanya memberikan hutang. Bahkan sangat memungkinkan apabila Relasi Saudara Penanya tersebut dikenakan Pasal 378 KUHP tentang Penggelapan yang berbunyi:

"Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah."

Dapat dilihat bahwa relasi saudara penanya telah menguasai atau memiliki sebagian dari uang milik Saudara Penanya yang diberikan secara sukarela tanpa paksaan kepada Relasi Saudara Penanya.

Oleh karena itu, menjawab pertanyaan Saudara apakah tindakan-tindakan tersebut di atas dapat dipidanakan? Jawabannya adalah bisa.

Saudara Penanya dapat melaporkan Relasi Saudara Penanya atas tindakan-tindakannya tersebut di atas dengan Pasal 372 Jo. 378 KUHP di Kepolisian Republik Indonesia di wilayah di mana tempat tindak kejahatan ini terjadi.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan.

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Putra Tegar Sianipar, S.H., LL.M.

(Advokat)
Gedung Jaya lt 9
Jl MH Thamrin
Menteng, Jakarta Pusat

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com.

detik's advocate

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Tonton juga Video: Tersangka Pinjol Ilegal JS Punya 95 Koperasi Simpan Pinjam Fiktif

[Gambas:Video 20detik]

(asp/asp)