detik's Advocate

Rumah Hibah dari Bude Digugat Pakde Tiri, Apakah Saya Bisa Menang?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 08:17 WIB
Pandapotan Pintubatu
Pandapotan Pintubatu
Jakarta -

Sengketa keluarga penuh dengan cerita, salah satunya soal hibah di internal keluarga. Bagaimana bila ada pihak yang menggugat belakangan hari?

Hal itu sebagaimana diceritakan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut kisah lengkapnya:

Hai... Detik Advocate

Saya C umur 33 tahun dan mempunyai 1 orang istri.

Oke, masalah yg kami sekeluarga hadapi adalah ancaman gugat dari suami sambung ibu mertua (bude)

Awal mula masalah ini adalah, istri saya dianggap anak sama budenya, karena si bude tidak mempunyai keturunan dengan suami pertama/sambung. Kondisi financial ibu kandung dan bude bisa dibilang berkecukupan hanya saja diambil anak hanya karena sering rewel karena punya adik lagi sebelum umur 2 tahun.

Nah pada kemudian hari, bude istri sempat berujar untuk mewariskan/menghibahkan rumah dan tanah yang ditempati kepada istri saya. Untuk diketahui tanah dan rumah yg akan dihibahkan adalah milik suami pertama dan bude (sertifikat atas nama 2 orang).

Pada awal 2016, sempat ada wacana dari ibu kandung istri saya agar segera dibalik nama untuk rumah dan tanah tersebut, tapi bude menolak karena beranggapan masih sehat.

Kemudian awal-awal pandemi ini saya sempat ngobrol dengan mertua (bude) kalau mau dihibahkan atau dibalik nama ke siapa pun lebih baik waktu sedang sehat saja karena pada seblum pandemi bude mulai kena stroke ringan. Hingga sekarang beliau sudah berat untuk strokenya.

Tahun 2020 akhir, akhirnya dimulailah proses balik nama tersebut dengan awal dari 2 nama pakde dn bude ke nama bude saja. Sampai sekarang proses balik nama ke istri saya sudah selesai hanya saja pada proses yg panjang tersebut tidak melibatkan suami sambung dari ibu, bahkan baru diberi tahu setelah sertifikat jadi dengan proses hibah.

Pertanyaan
1. Suami sambung sudah tanda tangan surat kerelaan untuk masalah hibah, tapi tanda tangan setelah sertifikat jadi. Apakah ini cacat hukum?
2. Pihak suami sambung juga pernah klaim akan menggugat notaris yang mengerjakan karena dianggap tidak kooperatif dengan tidak melibatkan pihak suami tentang masalah hibah. Apakah hal tersebut bisa dilakukan oleh beliau?
3. Suami sambung bude juga sempat klaim kalau beliau kenal dngan atasan notaris di kota saya tinggal, dan atasan tersebut bisa gugat notaris yang dipakai istri. Saya agak heran apakah hal tersebut bisa terjadi?
4. Apakah proses hibah tersebut cacat hukum tanpa melibatkan suami kedua/sambung bude? Padahal kan tanah dan rumah itu juga harta gono gini dengan suami pertama?

Hal apa yang bisa lakukan kemudian hari jika memang digugat? Karena saya sudah sharing dengan keluarga besar istri dan mereka juga iklas dengan keputusan hibah dan mempersilakan pihak suami gugat.

NB : Bude dan ibu kandung adalah kaka beradik kandung jadi.

Mohon dibantu jawab detik's Advocate. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih

Warm Regards

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kami meminta pendapat hukum kepada advokat Pandapotan Pintubatu, S.H. Berikut jawabannya di halaman selanjutnya: