Ibu di Tangerang Ungkap Alasan Seret Anak ke Pengadilan Gegara Jual Kulkas

Khairul Maarif - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 21:00 WIB
Ibu LF (45) melapokan anaknya karena menjual kulkas
Ibu LF (45) melapokan anaknya karena menjual kulkas (Khairul Ma'arif/detikcom)
Tangerang -

Seorang ibu berinisial LF (45) di Tangerang menyeret anaknya, pemuda berinisial S (24) ke meja hijau karena menjual kulkas. LF mengungkap alasannya melaporkan sang anak.

Saat kasus bergulir di kepolisian, LF dan S sudah diupayakan untuk mediasi. Akan tetapi, mediasi itu gagal lantaran LF merasa tersinggung karena diusir oleh sang anak.

"Kan ini (anak) nantang saya. Saya sudah baik-baik panggil RT-RW, Binmas, mediasi nggak ada mufakat, bahkan baju saya dikeluarin lagi di depan mereka. Gimana saya sebagai ibu enggak boleh masuk lagi, pintunya dikunci. Diusir kek gitu pantes enggak sebagai anak?" kata LF kepada wartawan saat ditemui di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (25/1/2022).

Selain itu, LF juga mengaku sudah tidak sanggup atas perlakuan sang anak. Menurutnya, S sebagai anak kandung sudah menantang dan bahkan menghinanya.

"Mosok saya sih diusir, ndak malu sama saya dah tua mesti cari duit. Udah nggak sanggup. Udah kelihatan, udah saya bangun hal yang baik makanya saya laporkan ini," tuturnya.

Sebagai seorang ibu, LF tetap membuka pintu maaf bagi anaknya itu. Namun saat ini ini menyerahkan proses hukum berlanjut.

"Saya maafin, tapi karena udah keluar ucapan saya karena saya udah nggak kuat lagi sebagai orang tua karena saya diusir. Kita lihat keputusan nanti gimana kalau lanjut ya lanjut, saya juga nggak mau mainin hukum. Saya ikutin aja proses hukumnya," ungkapnya.

Bantah Anak soal PHK

Sementara itu, LF membantah pengakuan anaknya yang di-PHK karena terdampak pandemi Corona. Menurutnya, kulkas miliknya itu dijual jauh sebelum sang anak kena PHK.

"Itu bohong. Dia di-PHK kapan tahu, jual kulkasnya kapan tahu," katanya.

Selama beberapa tahun, LF bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. Pada 2019, ketika ia pulang dari luar negeri, menurutnya, S sudah tidak bekerja.

"Saya datang ke Indonesia memang dia sudah nggak kerja, kerja sebentar. Saya datang ke Indonesia tahun 2019, dia kerja cuman 2 bulan apa 3 bulan," ungkapnya.


Simak penjelasan versi anak di halaman selanjutnya.