Ibu di Tangsel Seret Anak ke Pengadilan karena Jual Kulkas

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 13:39 WIB
Ilustrasi Napi di Penjara
Foto: Edi Wahyono/detikcom
Tangerang Selatan -

Seorang pemuda berinisial S (24) di Tangerang Selatan harus berhadapan dengan hukum. Ia kini menghadapi pengadilan setelah dipolisikan sang ibu, LF (45) lantaran menjual kulkas satu pintu.

Pengacara S, Muhammad Mualimin menceritakan pada 2020, S hanya tinggal bersama kakaknya yang berinisial V (27). Saat itu pandemi menghampiri, mereka berdua terkurung di rumahnya di Serua Poncol, Ciputat, Tangsel, karena adanya aturan PSBB.

Akibatnya, S dan V diserang lapar selama tiga hari. V akhirnya berinisiatif menyuruh adiknya menjual kulkas di rumahnya.

"Kulkas itu jarang terpakai, kosong, dan hanya teronggok di dalam rumah. Tapi sial, kulkas kecil satu pintu yang hanya laku Rp 500 ribu mengantarkan S ke jeruji besi," kata Mualimin kepada wartawan, Senin (24/1/2022).

LF mengetahui pencurian ini. LF kemudian melaporkan S ke Polres Tangsel atas dugaan tindak pidana pencurian.

"ibunya yang berinisial LF melaporkan S perkara Pencurian jo Pencurian Dalam Keluarga pasal 362 KUHP jo Pasal 367 ayat (2) KUHP dengan Laporan Nomor LP/1375/K/XII/2020/SPKT/Res Tangsel. S dipolisikan tanggal 23 Desember 2020," kata Mualimin.

Anak Baru Kena PHK

Mualimin menerangkan, S kala itu baru saja dipecat dari pekerjaannya. Selain kelaparan, kondisi ekonomi yang sulit membuat S dan V terpaksa menjual kulkas tersebut. Yang paling tak disangka, S dilaporkan ke polisi oleh ibunya sendiri.

"Tak pernah menyangka ibunya sendiri tega melaporkan ke polisi. Padahal si ibu tak pernah peduli anaknya makan atau tidak, Ibu tak menunaikan tanggung jawabnya menafkahi anak," jelas Mualimin.

S lalu ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi pada 7 Agustus 2021. Dia pun selanjutnya ditahan di rumah tahanan Polres Tangsel.

Simak di halaman selanjutnya: S bersiap menghadapi sidang tuntutan.