KPK soal Indeks Persepsi Korupsi RI di Bawah Rata-rata: Harus Dibenahi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 19:23 WIB
Plt jubir KPK, Ipi Maryati
Ipi Maryati (Zunita/detikcom)

Indonesia sedikit berada di atas Thailand (peringkat 110, skor 35). Sementara itu, Filipina (peringkat 117, skor 33), Laos (peringkat 134, skor 30), Myanmar (peringkat 137, skor 28), dan Kamboja (peringkat 160, skor 23).

Di sisi lain, KPK dalam survei penilaian integritas (SPI) yang dilakukan kepada 640 instansi dan melibatkan 255.010 responden mendapatkan kesimpulan bahwa 99 persen instansi masih terdapat penyalahgunaan fasilitas kantor.

"Seratus persen terdapat korupsi dalam pengadaan barang dan jasa (PBJ), 99 persen masih ada jual-beli jabatan dalam promosi/mutasi SDM, 98 persen ada suap/gratifikasi, dan 99 persen terdapat intervensi dalam pengambilan keputusan," katanya.

Dengan itu, KPK, kata Ipi, mengajak semua masyarakat untuk ikut berperan aktif untuk sama-sama melakukan upaya pemberantasan korupsi.

"Berkaca pada hasil pengukuran-pengukuran tersebut, KPK mengajak segenap pihak untuk terlibat dan berperan dalam pemberantasan korupsi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing mewujudkan orkestrasi pemberantasan korupsi," katanya.

Sebelumnya, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia mengalami kenaikan skor. Tahun 2021, skor CPI Indonesia yakni 38 dan berada di peringkat 96 di dunia.

"Lalu pertanyaannya bagaimana dengan Indonesia? Pada tahun 2021 memperoleh skor 38 dengan rangking 96," kata Deputi Sekjen Transparency International Indonesia, Wawan Suyatmiko, Selasa (25/1).

Wawan mengatakan skor Indonesia mengalami kenaikan satu poin. Di tahun 2020, Indonesia mendapat skor 37 dan berada di peringkat ke-102 di dunia.

"Ini menandakan bahwa, dibanding dengan tahun 2020, skor Indonesia naik satu poin dengan ranking naik 6 peringkat, dari 37 ke 38," kata Wawan.


(azh/rfs)