Ombudsman Prihatin Indeks Persepsi Korupsi RI Masih di Bawah Rata-rata

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 14:10 WIB
Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih
Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih (Foto: dok. tangkapan layar)
Jakarta -

Ketua Ombudsman RI Mokhammad Najih merasa prihatin terhadap skor indeks persepsi korupsi (CPI) Indonesia yang masih berada di bawah rata-rata, yakni 38. Menurutnya, upaya Indonesia dalam upaya pemberantasan korupsi belum maksimal.

"Sebenarnya masih sangat prihatin kita ini sebagai negara yang sudah 76 tahun merdeka, masih menempati rangking yang selalu di bawah rata-rata. Ini sebuah penggambaran bahwa upaya-upaya kita ini masih belum bisa mendongkrak secara maksimal," kata Najih di YouTube Transparency International Indonesia (TII), Selasa (25/1/2022).

TII mengungkapkan skor CPI rata-rata di dunia berada di angka 43. Skor rata-rata ini bertahan pada 6 tahun belakangan ini sejak 2015.

Najih juga menyinggung soal gimmick sumber yang digunakan TII dalam mengukur CPI. Dia berharap TII benar-benar bisa menggambarkan situasi sebenarnya dengan skor CPI yang didapat.

"Meskipun ada juga gimmick-gimmick yang menganggap seperti tadi dikritik bahwa apakah sumber yang dipakai oleh TII di dalam ukur indeks persepsi korupsi itu bisa betul-betul menggambarkan situasi yang sebenarnya. Terutama dalam konteks di luar ekonomi, padahal yang paling berat itu adalah yang di luar ekonomi," ucapnya.

Selanjutnya, Najih mengatakan skor CPI memang masih menjadi acuan untuk melihat situasi upaya pemberantasan korupsi suatu negara.

"Tapi itulah yang dipakai sekarang di dalam dunia internasional maupun kita sendiri, bahwa indeks persepsi korupsi ini kemudian menjadi salah satu acuan yang digunakan untuk melihat dan menilai bagaimana sebuah negara dinyatakan indeks persepsi korupsinya," ujarnya.

Sebelumnya, Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia mengalami kenaikan skor. Pada 2021, skor CPI Indonesia adalah 38 dan berada di peringkat 96 di dunia.

"Lalu pertanyaannya bagaimana dengan Indonesia? Pada 2021 memperoleh skor 38 dengan ranking 96," kata Deputi Sekjen Transparency International Indonesia Wawan Suyatmiko, Selasa (25/1).

Wawan mengatakan skor Indonesia mengalami kenaikan satu poin. Di tahun 2020, Indonesia mendapat skor 37 dan berada di peringkat ke 102 di dunia.

"Ini menandakan bahwa, dibanding dengan tahun 2020 skor Indonesia naik satu poin dengan rangking naik 6 peringkat, dari 37 ke 38," kata Wawan.

(azh/fas)