ADVERTISEMENT

Pengacara Ungkap Kakek Korban Pengeroyokan Selama Ini Perjuangkan Tanahnya

Wildan Noviansah, Mulia Budi - detikNews
Selasa, 25 Jan 2022 13:27 WIB
Keluarga jumpa pers terkait pengeroyokan yang tewaskan Wiyanto Halim (89) di Jaktim
Keluarga jumpa pers terkait pengeroyokan yang tewaskan Wiyanto Halim (89) di Jaktim. (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

Keluarga buka suara terkait pengeroyokan yang menewaskan Wiyanto Halim (89) di Cakung, Jakarta Timur. Wiyanto Halim merupakan bekas pengusaha yang tengah memperjuangkan masalah tanahnya yang menjadi sengketa di PN Tangerang.

"Secara pribadi beliau tidak punya musuh siapa pun. Tapi sejak tahun 1978 sampai hari ini beliau punya tanah di Tangerang dan sampai saat ini masih proses persidangan, 33 tahun beliau memperjuangkan hak-hak atas tanahnya sampai saat ini belum pernah selesai. Jadi musuhnya cuma satu, pada perkara tanah, selain itu tidak ada," jelas kuasa hukum keluarga korban, Freddy Y Patty, kepada wartawan di rumah duka Grand Heaven, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (24/1/2022).

Terkait sengketa tanah ini, Freddy mengatakan korban bersengketa dengan lawannya berinisial SM. Keduanya saling lapor dan saling gugat ke pengadilan hingga saat ini.

"Proses hukumnya masih berlangsung. Jadi dari kedua pihak ada saling lapor polisi, dari kedua pihak saling gugat, prosesnya ini masih terus berjalan," katanya.

Meski begitu, Freddy tidak mau berspekulasi soal pengeroyokan itu apakah ada kaitannya dengan sengketa lahan. Menurutnya, pihaknya tidak mau menuduh tanpa bukti.

"Sementara ini dari keluarga mungkin belum mengarah ke sana. Kami belum bisa menuduh siapa pun. Karena kami ditanya tadi siapakah musuhnya, ya musuhnya cuma satu, itu aja. Tetapi kami tidak bisa menuduh orang tersebut karena tidak ada bukti ke arah sana," bebernya.

Senin (23/1) kemarin, korban dan keluarganya ada rencana membuat laporan di Polda Metro Jaya terkait sengketa tanah itu. Wiyanto Halim semula akan melaporkan soal pemalsuan surat.

"Memang kita ada rencana sama keluarga untuk buat laporan hukum ke polisi, Polda Metro Jaya mengenai pemakaian surat palsu. Itu rencananya hari Senin, hari ini (kemarin, red). Sedangkan anak-anak beliau tidak tinggal satu rumah jadi kurang tahu. (Laporan) belum terlaksana, tapi kan ini prosesnya udah lama. Memang selama ini sebatas keperdataan aja," paparnya.

Freddy juga mengungkapkan semasa hidupnya korban tidak pernah menerima teror. Korban tidak pernah sekalipun merasa diancam keselamatan nyawanya.

"Kalau teror tidak ada, tidak ada kejadian kejadian yang membuat almarhum itu seperti dikejar-kejar atau dibunuh tidak ada," tuturnya.

Keluarga Menilai Ada Kejanggalan

Keluarga menilai ada kejanggalan terkait pengejaran yang berujung pengeroyokan korban. Pihak keluarga menilai kejadian ini bukan spontanitas.

"Dari peristiwa iring-iringan itu kita melihat semuanya tidak terjadi secara spontan. Pertama, ada bagian yang teriak-teriak provokasi, 'maling... maling' terus memprovokasi sepanjang jalan. Dan kalau kami memperhatikan itu bukan hanya teriak memprovokasi, tapi motornya itu mengarahkan supaya mobil dari almarhum ini berjalan ke arah yang dia kehendaki, sepertinya ini sengaja digiring ke tempat tersebut kalau kita lihat videonya," bebernya.

Sementara itu, keluarga juga menaruh kecurigaan kepada orang-orang yang mau diajak untuk mengejar korban. Apalagi kejadian itu sengaja direkam dan diviralkan.

"Ada orang yang membuat video, khusus membuat video dan memviralkannya. Yang ketiga, yang paling belakang dari semua iring-iringan paling belakang dia kalau ada orang-orang yang nongkrong langsung disamperin 'Bang...ayok Bang, ikut Bang, itu orang maling kita kejar sama-sama' gitu. Dan kami punya beberapa saksi yang bisa menceritakan hal tersebut," tuturnya.


Lalu bagaimana tanggapan polisi? Simak di halaman selanjutnya.

Saksikan Video 'Tanggapi Pengacara Korban, Polisi: 5 Tersangka Tak Terkait dengan Wiyanto Halim':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT