Provokator yang Teriaki Maling Pemobil Lansia di Jaktim Jadi Tersangka

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 20:21 WIB
Kasus prostitusi Cassandra Angelie oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan.
Foto: Pool/Palevi S/detikFoto
Jakarta -

Polisi telah menetapkan empat tersangka dari kasus tewasnya Wiyanto Halim (89) yang dikeroyok usai dituding maling di Cakung, Jakarta Timur. Salah satu orang yang ditetapkan menjadi tersangka berperan sebagai provokator yang memicu aksi pengeroyokan di lokasi.

"Yang memprovokasi dengan teriakan 'maling' sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan saat dihubungi detikcom, Senin (24/1/2022).

Zulpan belum memerinci identitas dari tersangka provokator tersebut. Dia menyebut para tersangka itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Timur.

Berawal dari Hasutan Pemotor Terserempet

Kasus pengeroyokan yang menewaskan Wiyanto Halim (89) tengah diusut polisi. Usut punya usut, tudingan 'maling' itu berawal saat korban menyerempet salah satu pemotor di lokasi.

"Ini diawali adanya serempetan dari salah satu motor. Di antara 14 orang yang diperiksa, ada satu yang motornya diserempet," kata Zulpan.

Tidak terima diserempet, pemotor itu meneriaki korban dengan sebutan 'maling'. Teriakan itu lalu mengundang amarah warga dan sejumlah pengendara motor untuk mengejar korban.

"Kemudian dia (pemotor) melakukan provokasi dengan teriakan maling," jelas Zulpan.

Sebanyak 14 orang kini telah ditangkap polisi. Dari belasan terduga pelaku itu, empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Zulpan memastikan proses penyelidikan kasus itu kini masih terus dilakukan pihak kepolisian. Soal adanya tersangka lain masih terbuka lebar.

"Akan berkembang kepada tersangka lain. Karena seperti yang kita lihat di video viral tersebut bahwa ada beberapa kendaraan lain yang melakukan pengejaran terhadap mobil korban dan berakhir juga dengan pemukulan dan pengeroyokan yang mengakibatkan pengemudi yang merupakan seorang lansia meninggal dunia," pungkas Zulpan.

(ygs/mei)