Jaksa Kutip Lagu Billy Joel di Sidang Replik Kasus Suap Eks Pejabat Pajak

ADVERTISEMENT

Jaksa Kutip Lagu Billy Joel di Sidang Replik Kasus Suap Eks Pejabat Pajak

Zunita Putri - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 17:21 WIB
Persidangan eks pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno (Foto: Zunita/detikcom)
Persidangan eks pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno. (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK berbicara tentang keadilan ketika menjawab nota pembelaan atau pleidoi yang disampaikan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji. Dalam repliknya, jaksa mengingatkan agar Angin dan tim pengacaranya berkata jujur.

Awalnya, jaksa membeberkan pleidoi Angin Prayitno yang menyebut dakwaan jaksa tidak terbukti. Menurut jaksa, pembelaan Angin dan tim pengacaranya hanya alibi.

"Di persidangan ini pun terlihat upaya untuk mencoba menetralkan tidak seimbangnya harta atau pengeluaran dengan penghasilan yang sah dengan beralibi jual-beli batu permata, memiliki usaha lain, dan bermacam dalih serta alasan, akan tetapi dalam Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang berisi penghasilan lain-lain, jumlahnya kecil dan tidak seimbang dengan pengeluaran atau belanja yang ada," kata jaksa KPK Yoga Pratomo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (24/1/2022).

Menurut jaksa, surat tuntutan yang disampaikan jaksa pada sidang sebelumnya sudah sesuai dengan fakta di persidangan. Jaksa lantas mengutip lagu milik Billy Joel berjudul 'Honesty'.

"Kalaulah pun Para Terdakwa tidak mengakui perbuatan, maka Penuntut Umum juga tidak terlalu mengharapkan kepada Para terdakwa karena dalam persidangan pun telah berlimpah bukti yang memberatkan para terdakwa. Akan tetapi Penuntut Umum berpesan bahwa tiada yang lebih indah dari pada keberanian untuk berpihak kepada kejujuran. Mengutip syair lagu Billy Joel yang berjudul Honesty, maka Penuntut Umum ingin menyampaikan 'Honesty is hardly ever heard and mostly what I need from you' Kejujuran adalah yang paling sulit didengar dan sesungguhnya itulah yang paling ku inginkan dari dirimu," kata jaksa Yoga.

Jaksa meyakini Angin Prayitno pada saat menjabat Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak telah memberi aset yang nilainya fantastis, yaitu 78 bidang tanah dengan menggunakan nama orang lain. Selain itu, Angin diyakini jaksa menerima suap berkaitan dengan pengurusan pajak perusahaan.

"Terdakwa I tidak mengakui aset-aset tersebut miliknya. Untuk hal yang sudah jelas saja Terdakwa I masih memungkiri sehingga patutlah Terdakwa I tidak dipercayai semua keterangannya," jelas jaksa.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT