Baca Pleidoi, Angin Prayitno Mengaku Difitnah Terlibat Kasus Suap Pajak

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 02:35 WIB
Mantan pejabat Ditjen Kemenkeu Angin Prayitno Aji, diperiksa KPK terkait kasus dugaan suap pengurusan pajak di Ditjen Pajak.
Angin Prayitno Usai Diperiksa KPK Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji membacakan pleidoi atau nota keberatan terhadap tuntutanya. Angin Prayitno mengaku merasa difitnah dalam kasus suap pemeriksaan pajak.

"Itu semua fitnah keji yang ditujukan ke saya," ujar Angin Prayitno saat membacakan Pleidoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar, Selasa (18/1/2022).

Angin mengatakan, kasus yang menimpanya berdampak buruk terhadap pada kehidupanya dan keluarga. Angin juga mengatakan tidak terlibat dalam suap pemeriksaan pajak yang menyeretnya.

"Fitnah ditunjukkan pada saya berdampak luar bias ke keluarga saya," kata angin.

Pada kesempatan yang sama, kuasa hukum Angin, Syaefullah Hamid mengatakan, penuntut umum tidak dapat membuktikan dakwa terlibat kasus suap pajak terhadap angin.

"Bahwa Penuntut Umum tidak dapat membuktikan dakwaan dan tuntutannya terkait penerimaan uang dari PT. GMP, PT. Bank Pan Indonesia dan PT. Jhonlin Baratama," kata Syaefullah.

Syaefullah mengatakan, Angin tidak pernah ketemu dengan tim pemeriksa untuk mencampuri pemeriksaan pajak. Selain itu Angin tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan tim pemeriksa.

"Angin juga tidak pernah memerintahkan penerimaan uang dari Wajib Pajak baik langsung maupun tidak langsung. Seluruh fakta hukum ini terungkap di persidangan berdasarkan keterangan para saksi yang dihadirkan oleh Penuntut Umum," tuturnya.

Tuduhan lain yang dibantah yaitu soal penerimaan dari PT. Jhonlin Baratama (JB). Karena pada saat pemeriksaan PT. JB, Angin disebut tidak menjabat lagi sebagai Direktur Pemeriksaan dan Penagihan.

"Sehingga mustahil Angin mencampuri pemeriksaan PT. JB. Selain itu, Yulmanizar juga mencabut keterangan terkait dengan keterlibatan Angin dalam pemeriksaan PT. JB dan penerimaan uang dari PT. JB," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, Angin Prayitno Aji dituntut 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa meyakini Angin dan Dadan terbukti menerima suap senilai Rp 15 miliar dan SGD 4 juta.

"Menuntut agar majelis hakim memutuskan, menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata jaksa KPK Wawan Yunarwanto dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/1).

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun dan pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan," lanjut jaksa Wawan

Tonton Video: Kasus Suap Pajak, Angin Prayitno-Dadan Ramdani Dituntut 9 dan 6 Tahun Bui

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/aik)