detik's Advocate

Istri Saya yang Utang Kok Saya yang Ditagih, Bagaimana Secara Hukum?

Tim detikcom - detikNews
Senin, 24 Jan 2022 08:18 WIB
Achmad Zulfikar Fauzi
Achmad Zulfikar Fauzi (dok.pri)
Jakarta -

Setelah pernikahan sah di mata hukum, maka terjadilah percampuran harta antara suami dan istri. Namun bagaimana bila salah satu pihak utang tanpa memberitahu pasangan?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com :

Hi detik advocate's
Pertama kenalkan saya D dan status saya adalah suami dari S.

Awalnya istri saya memiliki utang dengan temannya dari sebelum menikah dengan saya. Tetapi saya memang tahu bahwa istri saya memiliki utang dengan temannya.

Tetapi sudah 2 tahun belakang ini, teman istri saya menagih sisa utangnya melalui saya dan tidak pernah saya respon karena sudah direspon oleh istri saya. Karena Covid-19 keadaan keuangan keluarga kami memang sedikit kacau, jadi istri saya mencicil sisa pembayaran utangnya.

Tetapi pihak kreditur tidak mau pembayarannya dicicil dan terus mengirimkan saya pesan seakan akan saya yang meminjam bahkan mengancam ingin ke tempat kerja saya bersama dengan istri dan melaporkan ke polisi jika tidak melunasinya.

Tidak ada bukti apapun bahwa saya akan bertanggung jawab dengan utang istri saya

Yang jadi pertanyaan. Apakah bisa saya jadi bersalah hanya karena status saya suami?
Dan saya merasa terganggu dengan WhatsAppnya, apa yang harus saya lakukan?

Terimakasih
D

Untuk menjawab masalah di atas, tim detik's Advocate meminta pendapat hukum advokat Achmad Zulfikar Fauzi.S.,H. Jawaban lengkapnya bisa dibaca di halaman selanjutnya:

Simak juga 'Tengah Malam Dapat Spam Penawaran Kartu Kredit Dll, Bisakah Dipidanakan?':

[Gambas:Video 20detik]