detik's Advocate

Saya Salah Transfer Rekening Bank Rp 20 Juta, Bagaimana Menariknya Lagi?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 09:35 WIB
Advokat Handika Febrian, S.H
Handika Febrian ( Dok.Pri)
Jakarta -

Dunia digital memudahkan masyarakat, tapi juga harus lebih hati-hati. Sebab sekali salah pencet, bisa salah kirim uang puluhan juta rupiah.

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com :

Salah transfer beda bank dari Bank M ke Bank B

Dear Redaksi Detik

Saya sebelumnya sudah melakukan pelaporan atas permasalahan yang terjadi, tetapi tanggapan dari pihak B, menurut saya merugikan saya sebagai customer.

Saya jelaskan dari awal kronologinya:

Pada tanggal 29 November 2021 pukul 18.45.49

Saya melakukan kesalahan transfer sebesar Rp 20.000.000 dari rekening saya (rek Bank M) ke rekening orang yang tidak saya kenal (Bank B)

Saya langsung melakukan pelaporan ke Bank M pada hari yang sama.
Saya juga telah melakukan pelaporan juga ke Bank B di hari yang sama pada jam kurang lebih pukul 21.00-22.00

Tanggapan dari Bank M akan membantu menyelesaikan begitupun dengan Bank B.
Pihak Bank B menjelaskan melakukan pembekuan terhadap rekening nasabah yang kami transfer.

Desember 2021

Pada tanggal 2 atau 3 Desember saya lupa tepatnya, pihak Bank B membantu saya untuk mediasi yang pertama dengan nasabah Bank B yang saya salah transfer

Pada saat itu hasil dari mediasi belum ada kesepakatan.
Dan ternyata pihak nasabah Bank B tersebut mempunyai tunggakan terhadap Bank B, entah itu kartu kredit atau apa saya kurang paham.

Yang jadi permasalahan di sini saya sebagai nasabah Bank M dan Bank B juga merasa amat dirugikan dengan keputusan penyelesaian yang ditawarkan Bank B.

Yaitu saya diberitahukan pada saat blokir nasabah tersebut dibuka, uang yang ada pada rekening tersebut terpotong untuk membayar tunggakan nasabah tersebut, yang mana uang/dana tersebut adalah uang saya yang saya salah transfer dan saya butuhkan.

Lalu pihak Bank B menginfokan dana terpotong karena adanya autodebit dari sistem Bank B.

Yang saya permasalahkan di sini adalah saya merasa dimanfaatkan oleh Bank B karena menawarkan mediasi kepada pihak nasabah penerima salah transfer jika dia tidak ada dana untuk membayar/mengembalikan uang saya yang telah terdebit otomatis maka dia dapat menyelesaikan atau mengembalikan dana tersebut (yang di autodebit) dengan cara mengangsur kepada saya dan tentunya saya keberatan dengan cara penyelesaian seperti ini

Ini tentu sangat tidak masuk akal, di mana itu adalah dana/uang saya, saya salah transfer. Saya juga telah melaporkan hal tersebut ke pihak Bank B di hari yang sama, dan nasabah penerima salah transfer tersebut yang memiliki tunggakan kepada Bank B, lalu kenapa harus saya yang berhubungan dengan dia?

Sedangkan permasalahan menunggak itu adalah permasalahan dia dengan pihak Bank B.

Mengapa bukan dia yang melakukan pembayaran mencicil ke Bank B tetapi malah mencicil ke saya? Sedangkan yang mengautodebit/memotong dana saya tersebut adalah dari pihak Bank B.

Seharusnya uang saya kembali utuh karena nasabah itu bersedia mengembalikan dan ada iktikad baik datang ke cabang. Jika Bank B tidak melakukan autodebit, masalah ini tentu sudah selesai.

Pertanyaannya:

Kenapa jadi seolah-olah saya (pihak yang salah transfer) jadi terlihat membayar tunggakan nasabah tersebut, dan Bank B tidak mau tahu? Padahal saya tidak ada hubungannya dengan tunggakan tersebut?

Jika saya tidak salah transfer, bukankah nasabah tersebut masih menunggak?
Dengan adanya salah transfer, kenapa jadi dana saya yang digunakan untuk membayar tunggakan tersebut?
Padahal itu seharusnya menjadi masalah Bank B dan nasabah tersebut.

Di sini saya sebagai yang salah transfer merasa Bank B terkesan melepas tanggung jawab dan memanfaatkan keadaan ini untuk supaya nasabah tersebut terpaksa membayar tunggakan tersebut, dan membuat pihak Bank B merasa aman sendiri.

Saya di sini merasa amat dirugikan. Yang saya mau, dana saya kembali dengan utuh karena memang itu adalah hak saya dan saya membutuhkan uang tersebut.

Dan seharusnya tunggakan nasabah tersebut itu tetap menjadi masalah Bank B dengan nasabah itu sendiri.

8 Desember 2021

Diadakan mediasi lagi untuk ketiga kalinya dan tidak membuahkan hasil. Kami disambungkan ke yang katanya team leader mereka. Hasilnya tetap sama, merugikan saya.

Bahkan dia bilang jika departemennya dan departemen kartu kredit berbeda (nasabah mempunyai tunggakan kartu kredit).

Ini kan sangat aneh, padahal mereka membawa nama Bank B, tetapi saat mediasi mereka mengatakan beda departemen. Bukankah mereka ini satu nama Bank B itu yang saya tahu. Dan harusnya mereka akan membantu mediasi memecahkan permasalahan, bukan melemparnya ke nasabah dan nasabah karena di sini ada sangkut pautnya dengan Bank B karena melakukan pendebitan.

Lalu saya bilang, jika tidak bisa diselesaikan dengan baik, saya akan email ke OJK. Yang saya kaget, team leader ini berkata, oh tidak apa-apa jika ingin dibawa ke jalur hukum.

Apakah seperti itu cara dari Bank B menyelesaikan masalah?

Saya makin dirugikan, baik waktu maupun dana saya.

Bahkan saya telepon berulang-ulang dan belum ada penyelesaian sampai sekarang 1 Januari 2022, katanya masih menunggu pihak terkait.

Sampai kapan saya harus menunggu.

Mohon saran dan arahannya , sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya.

Salam hormat
Arif