Ayah Korban Pencabulan Kuli di Tangsel Bantah Kabar Laporan Ditolak Polisi

Khairul Ma'arif - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 22:37 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Foto: Andhika Akbarayansyah/detikcom
Jakarta -

Viral di media sosial soal kasus pencabulan terhadap anak oleh kuli bangunan di Pamulang Tangsel. Ayah korban memberikan kesaksian soal kasus, dan membantah laporannya sempat ditolak polisi.

Menurutnya, kejadian ini terjadi pada Rabu (5/1/2022). Saat itu, ia sedang menjemput anaknya untuk pulang ke rumah.

"Pas pulang saya mandiin dia di celananya banyak bercak darah dan langsung saya bawa ke bidan hari pertama itu anak saya ga mau diperiksa nangis. Nah hari selanjutnya saya periksa kembali jam 18.30 kata bidan seperti ada robekan tapi bidan tidak bisa memastikan itu luka atau bukan dan menyarankan untuk visum ke ahlinya," ungkapnya saat dihubungi, Kamis (20/1).

Dia membenarkan bahwa pelaku merupakan seorang kuli bangunan. Menurutnya, pelaku tidak memiliki hubungan saudara dengannya.

"Saat kejadian, anak saya sedang bermain di rumah temannya. Tidak ada hubungan saudara (dengan diduga pelaku). Saya tidak kenal juga sama pelaku," ucapnya.

Menjelaskan saat ini anaknya W sudah dilakukan visum di RSCM. Menurutnya, dari pengakuan anaknya pelaku melakukan pencabulan berupa memasukkan tangannya ke kelamin korban.

"Tapi kalau untuk robekan kemarin visum di RSCM itu lukanya itu hanya di bagian luarnya aja. Jadi selaput luarnya doang. Untuk dalam tidak luka. Itu pengakuan anak saya cuma dianu pake tangan ya. Tapi nggak tahu ya namanya anak kecil kan saya nggak tahu pake tangan atau apa," jelasnya.


Bantah Laporan Ditolak Polisi

Dalam narasi yang viral di Twitter, disebutkan laporan pencabulan ditolak polisi karena kesaksian korban yang masih anak-anak. Bapak korban membantah narasi itu.

Selain itu, ada yang mengatakan orang tua korban membayarkan sejumlah uang kepada wartawan. Namun bapak korban pencabulan membantah hal tersebut.

"Iya untuk membayar atau ke luar duit bayar wartawan Rp 5 juta itu tidak benar. Dan untuk yang katanya laporan ke Polsek pun itu tidak benar itu saya waktu laporan ke polsek itu tidak sama anak saya loh," katanya.

Bahkan dia sampai menegaskan sekali lagi bahwa cuitan di Twitter tersebut tidak ada sedikit pun yang benar. Menurutnya, saat ini sedang mencari tahu siap orang yang memposting cerita bohong itu.

"Iya itu cuitan di Twitter itu @inimeyraloh nggak bener itu saya juga bingung itu. Itu tidak benar. Tidak benar sama sekali tuh hoax ini makanya saya mau cari tahu ini orangnya itu siapa ini kan masuknya pencemaran nama baik saya juga loh," tambahnya.

Dia mengaku penanganan yang diterimanya oleh pihak kepolisian sangat bagus. Menurutnya, polsek mengarahkan agar kasus ini dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan.

"Pihak polsek pun penanganannya bagus saya diarahkan diberi tahu untuk bawa KK, akta untuk di polresnya. Karena kan di polsek ini kan tidak ada unit PPA ya. Jadi saya diarahkan ke polres dengan diberi tahu bawa persyaratan yang sesuai," ucapnya.