Berbulan-bulan Alami Krisis, Mulai Ada Rumah di Muara Baru Terima Air PAM

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 17:38 WIB
Kampung Marlina Elektro RT 10 RW 17, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut).
Kampung Marlina Elektro RT 10 RW 17, Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut). (Wildan Noviansah/detikcom)
Jakarta -

PAM Jaya mulai memperbaiki masalah krisis air bersih di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Beberapa rumah sudah kembali mendapat air bersih.

Diketahui, sebanyak 20 rumah di Kampung Marlina Elektro, RT 10 RW 17 Penjaringan, Jakarta Utara, sudah bisa menikmati air PAM. Sebelumnya, mereka mengalami krisis air.

"(Air) sudah mengalir, dari total yang terdampak kurang-lebih ada 20-an rumah atau 20 pelanggan di RT sini. Sekarang jalan semua termasuk Gang Swadaya III," kata Ketua RT 10 Yuli (60) kepada detikcom, Kamis (20/1/2022).

Air sudah mengalir sejak empat hari lalu. Petugas PAM Jaya sudah mendatangi lagi lokasi untuk mengecek dan mendata.

"Sudah empat hari mulai normal. Tadi pagi ada orang PAM kontrol meteran setiap pelanggan. Sudah mulai pendataan," ujarnya.

Yuli menambahkan pihak PAM Jaya sempat menawarkan bantuan tangki air darurat. Namun, warga menolak karena kondisi air sudah normal.

"Kemarin sempet mau dipaksain mau ngirim air tangki. Tapi saya tolak, pasti nggak ada yang mau, orang udah ngalir. Dikasih air, siapa lagi yang mau ngambil," ucapnya.

Diketahui, untuk mengatasi krisis, rencananya dibangun jaringan air baru di sana. Namun, hingga saat ini, kata Yuli, pihak PAM Jaya belum menyinggung soal pembangunan jaringan.

"Belum ada (obrolan), harusnya sih sudah bisa," jelas Yuli.


Krisis Air Bersih di Kampung Tembok Bolong

Ada 981 kepala keluarga (KK) di Kampung Tembok Bolong RT 01 RW 17, Muara Baru. Ketua RT 01 RW 17, Dulkadi, mengkonfirmasi jumlah KK tersebut.

"Iya ada beberapa, warga saya kan ada 1.200 terbagi dari perwakilan dan induk. Kurang-lebih ada 981 KK yang terdampak," kata Dulkadi, Senin (10/1).

Terkait permasalahan yang dialami warganya, Dulkadi mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak RW dan kelurahan setempat untuk kemudian berkomunikasi dengan PAM Jaya.

"Saya berkoordinasi dengan RW dan kelurahan untuk berkomunikasi dengan PALYJA," ujarnya.

Krisis air bersih disebut sudah terjadi sekitar 10 bulan.

"Betul, kurang-lebih segitu (10 bulan) sulit air. Tiap bulannya sampai sekarang nggak pernah lancar," ucap Rodenah (39), warga Kampung Tembok Bolong RT 01, saat ditemui di kediamannya, Senin (10/1).

Rodenah mengatakan biasanya air sulit keluar di jam tertentu. Terkadang dia dan warga lainnya harus bangun tengah malam untuk mendapatkan air bersih.

"Tergantung, karena ini kan kita di satu jalur, jadi rebutan sama yang lain. Kadang di jam 06.00 WIB pagi, kadang siang, kadang sore juga susah keluar," kata dia.

Simak Video 'Muara Baru Krisis Air Bersih, Wagub Riza: Lapor ke Kelurahan!':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)