Muara Baru Krisis Air Bersih 10 Bulan, Begini Langkah Penanganan PAM Jaya

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 14:04 WIB
Warga mencuci pakaian di depan rumahnya di Kawasan Muara Baru, Jakarta Utara,Selasa (9/7). Warga mengaku, kebutuhan air mereka tidak pernah terpenuhi sepanjang tahun.  Air PAM tidak mengalir di daerahnya, untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga harus membeli ke pedagang air bersih yang ada di depan gang.
Warga Muara Baru Krisis Air Bersih (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 981 kepala keluarga (KK) di Kampung Tembok Bolong RT 01 RW 17, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, terdampak krisis air bersih, selama 10 bulan. PAM Jaya saat ini sedang mengoptimalkan pembangunan jaringan air.

"(Pembangunan jaringan air) itu yang sedang dioptimalkan," kata Direktur Pelayanan PAM Jaya Syahrul saat dihubungi, Kamis (13/1/2022).

Syahrul mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan proses trial switching supply. Terkait hal ini, dia menyerahkan ke PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA)

"Ini termasuk area yang akan disuplai dari SPAM Hutan Kota. Sekarang sedang proses trial switching supply," jelasnya.

Diketahui, kurang-lebih 981 kepala keluarga (KK) di Kampung Tembok Bolong RT 01 RW 17, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, terdampak krisis air bersih. Diketahui, krisis air bersih sudah terjadi sekitar 10 bulan lamanya.

"Betul, kurang-lebih segitu (10 bulan) sulit air. Tiap bulannya sampai sekarang nggak pernah lancar," ucap Rodenah (39), warga Kampung Tembok Bolong RT 01, saat ditemui di kediamannya, Senin (10/1).

Rodenah mengatakan biasanya air sulit keluar di jam tertentu. Terkadang dia dan warga lainnya harus bangun tengah malam untuk mendapatkan air bersih.

Simak juga 'Krisis Air Bersih, Warga Rusunami City Garden Ngadu ke Anies':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/idn)