Muara Baru Jakut Krisis Air Bersih 10 Bulan, 981 KK Terdampak

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 21:24 WIB
Muara Baru Jakut Krisis Air Bersih
Warga Muara Baru Jakut Krisis Air Bersih (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak kurang-lebih 981 kepala keluarga (KK) di Kampung Tembok Bolong RT 01 RW 17, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, terdampak krisis air bersih. Diketahui, krisis air bersih sudah terjadi sekitar 10 bulan lamanya.

"Betul, kurang-lebih segitu (10 bulan) sulit air. Tiap bulannya sampai sekarang nggak pernah lancar," ucap Rodenah (39), warga Kampung Tembok Bolong RT 01, saat ditemui di kediamannya, Senin (10/1/2022).

Rodenah mengatakan biasanya air sulit keluar di jam tertentu. Terkadang dia dan warga lainnya harus bangun tengah malam untuk mendapatkan air bersih.

"Tergantung, karena ini kan kita di satu jalur, jadi rebutan sama yang lain. Kadang di jam 06.00 WIB pagi, kadang siang, kadang sore juga susah keluar," kata dia

"Biasanya malam, kadang saya nggak tidur sampai pagi buat ngisi air, itu pun tetep kecil keluarnya," imbuhnya.

Selain sulit keluar, Rodenah mengatakan, kondisi air pun terkadang hitam dan bau menyengat layaknya air got (selokan).

"Iya bau air got gitu, terus warnanya juga hitam kayak air got gitu," ujarnya.

Imbas sulitnya air, dia dan warga lainnya harus membeli air bersih. Dalam satu hari Rodenah harus membeli 20 jeriken air untuk memenuhi kebutuhannya.

"Saya beli, pakai jeriken. Sehari kurang-lebih 20 jerigen atau lebih buat semua keperluan. Satu jerikennya itu Rp 2.000, total kurang-lebih Rp 50 ribu," kata Rodenah.

Rodenah mengatakan, selama kurang-lebih 10 bulan mengalami krisis air bersih, dia dan warga lainnya sempat mengeluhkan kondisi air tapi belum ada kejelasan.

"Udah bosen, kita udah pernah datengin langsung kantor PALYJA-nya. Kata mereka sedang ada perbaikan ini itu, sampai sekarang sama," tambahnya.

Keluhan tersebut dikonfirmasi oleh Dulkadi, Ketua RT 01 RW 17. Dulkadi mengatakan kurang-lebih ada 981 kepala keluarga terdampak krisis air bersih.

"Iya ada beberapa, warga saya kan ada 1.200 terbagi dari perwakilan dan induk. Kurang-lebih ada 981 KK yang terdampak," kata Dulkadi.

Terkait permasalahan yang dialami warganya, Dulkadi mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak RW dan kelurahan setempat untuk kemudian berkomunikasi dengan PAM Jaya.

"Saya berkoordinasi dengan RW dan kelurahan untuk berkomunikasi dengan PALYJA," ujarnya.

Dulkadi mengatakan sejauh ini pihak PAM Jaya sudah memberikan tanggapan. Menurutnya, PAM Jaya akan segera membangun jaringan air untuk mengatasi masalah yang ada.

"Pihak PALYJA pun sudah ada tanggapan, mereka akan membangun jaringan lagi. Soalnya kan di sini pakai master meter, cuma ada tiga jaringan, sedangkan warganya banyak," kata Dulkadi.

"Pihak PALYJA katanya akan membangun jaringan, tapi nunggu payung hukum katanya," pungkasnya.

Lihat juga video 'Krisis Air Bersih, Warga Rusunami City Garden Ngadu ke Anies':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)