Air Bersih Aliri Desa Pana NTT, Warga: Kami Tak Perlu Susah Cari Air

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 11:52 WIB
Pompa air bersih untuk irigasi pertanian di Desa Pana, NTT yang dibangun Shopee bersama Kodam IX/ Udayana
Pompa air bersih untuk irigasi pertanian di Desa Pana, NTT yang dibangun Shopee bersama Kodam IX/ Udayana (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Akses air bersih hingga saat ini masih menjadi salah satu persoalan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bahkan, berdasarkan catatan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan 2010, hanya 40 persen rumah tangga di NTT yang mendapatkan akses air bersih.

Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang masih mengalami kesulitan akses air bersih. Terlebih kabupaten ini terletak cukup jauh dari Ibu Kota Kupang, yakni sekitar 141 km.

Melihat kondisi ini, Shopee Indonesia turut menghadirkan bantuan dengan menghadirkan pompa air bersih di Desa Pana bersama Komando Daerah Militer (Kodam) IX/ Udayana. Desa Pana merupakan salah satu desa di NTT yang mengalami krisis air bersih sejak lama. Adapun pembangunan pompa air ini merupakan upaya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat dan memberikan solusi mencukupi kebutuhan air bersih.

"Shopee senang mendapat kesempatan untuk berkontribusi memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari masyarakat di NTT. Kami berharap dengan tercukupinya kebutuhan dasar, warga dapat menjalani kehidupan sosial yang lebih baik dan dapat menggerakan aktivitas perekonomian di Desa Pana," ungkap Head of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira dalam keterangannya, Rabu (19/1/2022).

Pembangunan pompa air ini pun disambut baik oleh warga Desa Pana. Seperti halnya Roni Y. Taopan yang kini bisa menanam sayur berkat pompa air. Mengingat dahulu, Desa Pana sulit untuk mendapatkan akses air bersih, khususnya ketika musim kemarau tiba.

"Tidak terpikirkan sebelumnya saya bisa menanam sayur di tanah yang dulunya sangat kering. Ini layaknya mimpi," ucap Roni.

Lebih lanjut, Roni mengatakan pembangunan pompa air yang dilakukan Shopee dan Kodam IX/ Udayana membuat dirinya dan 1.726 warga di Desa Pana dapat menikmati akses air bersih. Bahkan, akses ini juga membawa dampak positif bagi perekonomian mereka.

"Sebelum ada pompa air untuk mengambil air bersih, setiap hari kami harus berjalan kaki melalui perbukitan yang curam dan terjal menuju ke sumber mata air. Itu hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kami. Sedangkan untuk mengairi lahan pertanian kami hanya bisa tergantung pada musim penghujan," kenang Roni.

Hasil tanaman warga setelah adanya akses air bersih untuk irigasi di Desa Pana, NTT.Hasil tanaman warga setelah adanya akses air bersih untuk irigasi di Desa Pana, NTT. Foto: Istimewa

Roni menyebut saat ini ia juga bisa bercocok tanam tanpa bergantung pada musim penghujan.

"Dulu kami hanya menanam jagung dan bawang merah karena menyesuaikan musim. Kami juga pernah menanam sayuran namun hasilnya kurang baik sehingga hanya dikonsumsi sendiri. Sejak adanya pompa air yang menyalurkan air dari sumber air ke pemukiman warga dan lahan pertanian membuat kami bisa bercocok tanam secara berkelanjutan," ujar Roni.

Hasil tanaman warga setelah adanya akses air bersih untuk irigasi di Desa Pana, NTT.Hasil tanaman warga setelah adanya akses air bersih untuk irigasi di Desa Pana, NTT. Foto: Istimewa

Selain itu, warga desa kini tak hanya menanam jagung dan bawang merah, melainkan sayur mayur seperti kacang panjang, buncis, kubis, terong dan sawi putih. Hasil tanaman yang diperoleh pun lebih baik dan dapat dijual untuk menambah pemasukan mereka.

"Ketika sudah ada pompa air, jadi bisa menanam lebih banyak. Hasilnya, panen sayur meningkat. Dulu kami hanya bercocok tanam untuk konsumsi sendiri. Tapi kini kami bisa menjualnya karena hasil sayurannya lebih segar setelah disiram dengan air bersih dari pompa air. Saya bisa memperoleh sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta untuk satu kali panen. Dulu hanya sekitar Rp 200 ribu, jadi meningkat 400 persen pendapatan saya," jelasnya.

Ciptakan Banyak Peluang Bagi Warga Desa

Air bersih memang berperan penting bagi segala aspek kehidupan masyarakat NTT. Selain untuk memenuhi kebutuhan makanan, kesehatan, ekonomi, alam, budaya dan pendidikan, air bersih juga membuat warga lebih produktif.

Bagi warga Desa Pana, mereka tidak perlu lagi berjalan jauh dan terjal untuk menuju sumber air. Sekretaris Desa Pana, Simring Taopan pun mengatakan masyarakat kini bisa lebih fokus bercocok tanam, bersekolah dan menenun.

"Saat ini telah ada tangki air di dekat rumah warga. Satu tangki air diperuntukkan untuk mencukupi kebutuhan per tiap 6 kepala keluarga. Tangki air juga disediakan di dekat lahan pertanian warga untuk irigasi serta di beberapa fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah. Mereka tak perlu lagi pusing memikirkan air bersih untuk keluarga mereka," jelas Simring.

Hal yang sama dirasakan oleh warga Desa Pana lainnya, Oktofianus Kause. Ia mengaku adanya air bersih di dekat rumah telah dirasakan manfaatnya bagi keluarga dan lingkungannya.

"Saya ingat benar bagaimana kami harus berjalan menuruni perbukitan hanya untuk mengambil air dan waktu kami hanya dihabiskan untuk itu. Anak kami yang masih kelas 5 SD harus bangun pagi-pagi untuk mandi dan ambil air di sumber air. Bahkan dia juga harus membawa air bersih sendiri untuk ke sekolah, karena tidak ada fasilitas air bersih," ujar Oktofianus.

Warga Desa Pana mengambil air dari tangki air bersih di dekat rumah merekaWarga Desa Pana mengambil air dari tangki air bersih di dekat rumah mereka Foto: Istimewa


Oktofianus juga menceritakan air yang setiap hari diambil dari sumber air hanya dapat mencukupi kebutuhannya dalam satu hari saja. Untuk itu, tak jarang ia harus membeli air demi mencukupi kebutuhan hariannya.

"Biasanya kami mengambil air sekitar 60 liter untuk kebutuhan sehari. Jika masih kurang kami harus beli air dari penjual air keliling di desa kami. Sejak adanya pompa air, kami merasakan benar manfaatnya. Di rumah jadi lebih cepat memasak, mencuci, lebih sering mandi dan anak-anak fokus ke sekolah," jelasnya.

Dengan adanya akses air bersih saat ini, Oktofianus berharap hal ini dapat membuka banyak peluang bagi warga desa.

"Kami tidak perlu lagi susah cari air. Mama-mama bisa memasak dengan mudah dan bisa menenun tanpa repot ambil air. Anak-anak juga bisa bersemangat bersekolah karena sudah ada air bersih di sekolah. Kini, tinggal putar keran tangki air di dekat rumah, air bersih pun mengalir," lanjutnya.

Di sisi lain, Pangdam IX/ Udayana, Maruli Simanjuntak mengapresiasi upaya Shopee yang telah mendukung adanya program pembangunan pompa air bersih untuk warga di NTT. Ia mengatakan dengan terpenuhinya kebutuhan sumber air bersih, warga di Desa Pana dapat semakin mandiri untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Saya berharap masyarakat Desa Pana, NTT dapat memaksimalkan air bersih ini untuk kehidupan yang lebih sehat dan menggerakkan aktivitas ekonomi. Seperti sistem irigasi dan pengairan perkebunan yang menjadi lebih baik serta pemeliharaan peternakan hewan yang lebih memadai," pungkasnya.

Sebagai informasi, pembangunan pompa air ini menggunakan dana yang terkumpul dari donasi masyarakat Indonesia melalui Kitabisa.com dan Shopee untuk Desa Pana, NTT. Pembangunan pompa air ini bermula saat sejumlah wilayah di NTT mengalami kemarau panjang yang terjadi sejak Maret 2020.

Pangdam IX/ Udayana, Maruli Simanjuntak bersama Shopee pun berinisiasi membangun pompa air di desa terdampak, salah satunya Desa Pana. Inisiatif pembangunan pompa air ini merupakan upaya dalam memberikan solusi serta mengambil peran dalam mengatasi krisis air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari masyarakat setempat.

(ncm/ega)