Unik, Dukuh Susah Air dan Sinyal di Gunungkidul Ini Bernama Janganmati

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 17:51 WIB
Gunungkidul -

Nama salah satu dukuh di Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul ini cukup unik untuk diucapkan. Dukuh yang kesulitan akses air bersih serta sinyal seluler itu bernama Dukuh Janganmati.

Suasana dukuh yang berada 73 kilometer dari jantung Kota Yogyakarta itu terkesan lengang. Hanya ada satu akses jalan menuju dukuh itu yang terbuat dari cor semen.

Ada pemandangan unik di dusun itu. Rata-rata rumah di dusun itu memasang tiang yang tinggi dengan kaleng bekas wadah roti di bagian atasnya. Alat itu merupakan antena sederhana yang diandalkan warga untuk menangkap sinyal internet.

Kepala Dukuh Janganmati, Irna Widayanti mengatakan bahwa nama dukuh itu sudah digunakan sejak lama. Sebagai warga asli, dia bahkan tidak tahu secara pasti alasan nama unik itu digunakan sebagai nama dukuh.

"Jadi untuk sejarah itu (nama Janganmati) kalau saya pribadi meski saya Dukuh di sini tidak begitu menguasai," katanya saat ditemui di kediamannya," katanya saat ditemui di kediamannya, Minggu (16/1/2022).

Kendati demikian, wanita berhijab ini mengungkapkan bahwa para sesepuh pernah bercerita penamaan Janganmati berhubungan dengan penemuan hewan mati di dukuh itu pada masa lalu.

"Kalau dari sesepuh Pedukuhan, kenapa dinamakan Pedukuhan Janganmati karena zaman dahulu, puluhan atau mungkin ratusan tahun yang lalu di ladang sebelah timur Pedukuhan ini ada (hewan) menjangan yang mati," ucapnya.

Perlu diketahui, rusa, sambar, atau menjangan adalah hewan mamalia pemamah biak yang termasuk famili Cervidae. Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler, dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun terutama pada rusa jantan.

"Kemudian para orangtua menamakan Pedukuhan ini Pedukuhan Janganmati. Jadi jangannya itu (singkatan) Menjangan," ujarnya Irna.

Irna juga bercerita sebagian besar masyarakat di Janganmati berprofesi sebagai petani. Sedangkan yang berprofesi sebagai pegawai atau karyawan swasta terbilang sangat sedikit.

Suasana di Dukuh Janganmati, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.Warga Dukuh Jangamati harus memasang parabola untuk menangkap sinyal televisi dengan baik. Foto: Pradito Rida Pertana

Terlepas dari nama Pedukuhan yang unik, Irna mengungkapkan banyaknya kendala di Janganmati. Seperti halnya masalah sinyal internet, telepon seluler hingga air bersih.

"Kalau untuk di sini kendalanya banyak, pertama kalau sinyal (internet dan seluler) jelas. Kalau kita mau mencari informasi apapun melalui HP itu kita harus ke tempat yang tinggi dulu," ujarnya.

"Selanjutnya kaitannya dengan air juga. Jadi mungkin karena di pedalaman banyak faktor yang membuat kita itu ketinggalan dari Pedukuhan yang lain," imbuh Irna.

(ahr/ahr)