Jarak Vaksin Ke 2 dan Ke 3 Berapa Lama? Ini Ketentuan Penerima Booster

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 09:58 WIB
senior woman show red heart shape with syringe icon,  after vaccinated or inoculation  booster dose  due to spread of corona virus, population, social or herd immunity concept
Jarak Vaksin Ke 2 dan Ke 3 Berapa Lama? Ini Ketentuan Penerima Vaksin Booster - ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ratana21)
Jakarta -

Jarak vaksin ke 2 dan ke 3 banyak dicari tahu masyarakat. Hal itu karena ada aturan jarak vaksin sebagai syarat melakukan vaksinasi booster gratis.

Pemerintah telah memulai program vaksinasi booster sejak 12 Januari 2022 lalu. Layanan vaksinasi tersedia mulai di puskesmas, rumah sakit milik pemerintah dan pemerintah daerah maupun pos pelayanan vaksinasi yang dikoordinasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota.

Lalu berapa lama jarak vaksin ke 2 dan ke 3? Apa saja ketentuan untuk berhak menerima vaksin booster? Simak ulasannya berikut ini.

Jarak Vaksin Ke 2 dan Ke 3 Berapa Lama?

Melansir dari laman resmi Kemenkes, jarak vaksin ke 2 dan ke 3 adalah minimal 6 bulan. Dengan demikian vaksinasi booster baru dapat diizinkan dengan jeda minimal 6 bulan setelah disuntik vaksin dosis kedua.

Selain itu, ada syarat-syarat lainnya yang perlu diperhatikan jika hendak mengikuti program vaksin booster, yaitu:

  1. Penerima vaksin telah berusia 18 tahun ke atas
  2. Telah menerima vaksin dosis kedua dalam jangka waktu minimal 6 bulan
  3. Kelompok prioritas vaksin booster adalah orang lanjut usia (lansia) dan penderita immunokompromais.

Ibu hamil juga dapat menerima vaksinasi booster dengan jenis vaksin Pfizer atau Moderna, sesuai SE Kementerian Kesehatan No HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Perlukah Dilakukan Vaksin Booster?

Di masa pandemi Covid-19, vaksin booster kini dibutuhkan masyarakat. Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan ada 3 alasan kenapa vaksin booster diperlukan yaitu:

  1. Dalam 6 bulan pasca vaksinasi, antibodi menurun. Kemunculan varian-varian baru Covid-19 juga jadi salah satu alasannya.
  2. Hingga saat ini belum diketahui kapan pandemi berakhir. Dengan begitu, masyarakat harus memiliki imunitas tinggi
  3. Equity, yaitu semua orang berhak mendapatkan vaksin di seluruh provinsi.

Kombinasi Vaksin Booster

Jika jarak vaksin ke 2 dan ke 3 sudah minimal 6 bulan, masyarakat dapat mengikuti program vaksinasi booster. Melansir dari laman resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pemberian vaksin booster dilakukan dengan melihat ketersediaan vaksin yang ada. BPOM menyetujui pemberian kombinasi vaksin booster setelah melalui pertimbangan rekomendasi ITAGI dan rekomendasi WHO, di mana pemberian vaksin booster bisa dengan vaksin homolog (sejenis dengan vaksin primer) atau vaksin heterolog (berbeda jenis dengan vaksin primer).

Setidaknya ada 5 kombinasi vaksin booster yang telah disetujui BPOM. Berikut daftarnya:

  1. Vaksin primer AstraZeneca: vaksin booster setengah dosis Moderna (0,25 ml)
  2. Vaksin primer AstraZeneca: vaksin booster setengah dosis Pfizer (0,15 ml)
  3. Vaksin primer Sinovac: vaksin booster setengah dosis Pfizer (0,15 ml)
  4. Vaksin primer Sinovac: vaksin booster setengah dosis AstraZeneca (0,25 ml)
  5. Vaksin primer Pfizer: vaksin booster dosis penuh AstraZeneca

Meski hanya diberikan setengah dosis, dari hasil penelitian di dalam dan luar negeri menunjukkan vaksin tetap mampu meningkatkan level antibodi yang relatif sama atau lebih baik dari dosis penuh booster hingga memberikan dampak KIPI yang lebih ringan. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan dalam pembentukan antibodi antara pemberian setengah dosis vaksin ataupun maupun dosis penuh.

Kini jarak vaksin ke 2 dan ke 3 sudah diketahui, yakni minimal 6 bulan. Lalu bagaimana cara mengecek tiket vaksin booster? simak di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Daftar Kombinasi Vaksin Booster Tambahan Versi BPOM

[Gambas:Video 20detik]