3 Syarat Penerima Vaksin Booster, Jenis hingga Cara Cek Tiket di PeduliLindungi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 12:56 WIB
senior woman show red heart shape with syringe icon,  after vaccinated or inoculation  booster dose  due to spread of corona virus, population, social or herd immunity concept
3 Syarat Penerima Vaksin Booster, Jenis hingga Cara Cek Tiket di PeduliLindungi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ratana21)
Jakarta -

Ada 3 syarat penerima vaksin booster yang telah ditetapkan pemerintah. Jika tidak memenuhi syarat tersebut, program vaksinasi booster yang dilangsungkan belum dapat diikuti.

Seperti diketahui pada 12 Januari lalu, pemerintah memulai vaksinasi booster gratis untuk masyarakat Indonesia. Pemberian vaksin gratis itu dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Untuk itu, saya telah memutuskan pemberian vaksin ketiga ini gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena kan bahwa keselamatan rakyat adalah yang utama," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi pers virtual, Selasa (11/1/2022).

Lalu apa saja 3 syarat penerima vaksin booster? Jenis vaksin apa yang diterima? Bagaimana cara mengecek tiket dan jadwalnya? Berikut ulasannya.

3 Syarat Penerima Vaksin Booster

Melansir dari laman resmi Kemenkes, ada 3 syarat jika hendak menerima vaksin booster, yaitu:

  1. Berusia 18 tahun ke atas dan telah memiliki KTP
  2. Telah mendapatkan vaksin primer (dosis 1 dan 2) dan dosis ke-2 sudah diterima lebih dari 6 bulan.
  3. Kelompok prioritas: lansia dan kelompok penderita masalah kekebalan tubuh

Sebagai tambahan, penerima vaksin booster harus memiliki tiket vaksin booster yang tertera di Aplikasi PeduliLindungi.

Jenis Vaksin Booster yang Disediakan

Pemberian vaksin booster dilakukan dengan melihat ketersediaan yang ada. Masyarakat tidak bisa memilih jenis vaksin yang diterima. Petugas kesehatan akan menentukan dengan melihat riwayat vaksin dosis 1 dan 2 serta ketersediaan vaksin.

Kombinasi vaksin booster yang diatur telah mempertimbangkan rekomendasi ITAGI, persetujuan BPOM dan rekomendasi WHO, yaitu vaksin booster diizinkan menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog.

Berikut jenis vaksin booster yang diberikan sesuai dengan ditetapkan pemerintah:

  • Vaksin primer (vaksin dosis 1 dan 2) Sinovac: vaksin booster setengah dosis Pfizer
  • Vaksin primer (vaksin dosis 1 dan 2) Sinovac: vaksin booster setengah dosis AstraZeneca.
  • Vaksin primer (vaksin dosis 1 dan 2) AstraZeneca vaksin booster setengah dosis Moderna.

Dari penelitian di dalam dan luar negeri, pemberian vaksin dengan setengah dosis mampu meningkatkan level antibodi yang relatif sama atau lebih baik dari dosis penuh booster dan memberikan dampak KIPI yang lebih ringan. Tidak ada perbedaan dalam pembentukan antibodi antara pemberian vaksin setengah dosis maupun dosis penuh.

Setelah mengetahui 3 syarat penerima vaksin booster, perlu diketahui pula cara mengecek tiket dan jadwal vaksinasi. Simak informasinya di halaman selanjutnya.