Kombinasi Vaksin Booster yang Ditetapkan Pemerintah, Cek di Sini

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 17:37 WIB
senior woman show red heart shape with syringe icon,  after vaccinated or inoculation  booster dose  due to spread of corona virus, population, social or herd immunity concept
Kombinasi Vaksin Booster yang Ditetapkan Pemerintah, Cek di Sini (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ratana21)
Jakarta -

Kombinasi vaksin booster telah diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ada sejumlah aturan kombinasi vaksin booster yang perlu diperhatikan.

Aturan kombinasi vaksin booster diterbitkan lantaran persediaan vaksin yang terbatas. Pemberian vaksin oleh petugas kesehatan dilakukan dengan mengecek riwayat vaksin dosis 1 dan 2 serta ketersediaan vaksin.

Lalu apa saja kombinasi vaksin yang ditetapkan oleh BPOM? detikcom merangkum informasinya berikut ini.

Kombinasi Vaksin Booster yang Disetujui BPOM

Melansir dari laman resmi BPOM, kombinasi vaksin booster ini diberikan atas pertimbangan rekomendasi ITAGI, persetujuan BPOM dan rekomendasi WHO. Adapun rekomendasi WHO yakni vaksin booster diizinkan menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog.

Ada sejumlah kombinasi vaksin booster yang telah dikonfirmasi BPOM dan ITAGI untuk disuntikkan, yaitu:

  1. Vaksin primer Sinovac: vaksin booster setengah dosis Pfizer
  2. Vaksin primer Sinovac: vaksin booster setengah dosis AstraZeneca.
  3. Vaksin primer AstraZeneca: vaksin booster setengah dosis Moderna.
  4. Vaksin primer AstraZeneca: vaksin booster setengah dosis Pfizer
  5. Vaksin primer Pfizer: vaksin booster dosis penuh AstraZeneca

Pemberian vaksin booster dengan setengah dosis tetap mampu meningkatkan level antibodi yang relatif sama atau lebih baik dari dosis penuh booster dan memberikan dampak KIPI yang lebih ringan.

Dari hasil penelitian di dalam dan luar negeri, tidak ditemukan perbedaan dalam pembentukan antibodi antara pemberian setengah dosis vaksin ataupun maupun dosis penuh.

Kriteria Penerima Vaksin Booster

Terdapat beberapa kriteria yang harus diperhatikan untuk dapat menerima vaksin booster. Berikut di antaranya:

  1. Memiliki KTP dan telah berusia 18 tahun ke atas
  2. Menunjukkan bukti divaksin lengkap, di mana dosis kedua diterima lebih dari 6 bulan.
  3. Kelompok prioritas yaitu lansia dan kelompok penderita masalah kekebalan tubuh

Sebagai tambahan, penerima vaksin booster harus memiliki tiket vaksin booster yang tertera di Aplikasi PeduliLindungi.

Kini kombinasi vaksin booster telah diketahui. Simak halaman selanjutnya terkait cek tiket hingga jadwal vaksinasi di PeduliLindungi.