Jaksa KPK Tuntut Eks Pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno 9 Tahun Bui

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 16:46 WIB
Sidang tuntutan eks pejabat Ditjen Pajak, Angin Prayitno.
Sidang tuntutan eks pejabat Ditjen Pajak Angin Prayitno (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji dituntut 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa meyakini Angin dan Dadan terbukti menerima suap senilai Rp 15 miliar dan SGD 4 juta.

"Menuntut agar majelis hakim memutuskan, menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata jaksa KPK Wawan Yunarwanto dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/1/2022).

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 9 tahun dan pidana denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan," lanjut jaksa Wawan.

Selain Angin Prayitno, jaksa menuntut mantan Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Dadan Ramdani. Dadan dituntut 6 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp 350 juta subsider 5 bulan kurungan.

Jaksa menyebut Angin dan Dadan menerima suap sebesar Rp 15 miliar dan SGD 4 juta atau jika dirupiahkan SGD 4 juta itu senilai Rp 42.169.984.851 (miliar). Kemudian ditambahkan Rp 15 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp 57.169.984.851 (miliar).

Jaksa mengungkapkan perbuatan Angin Prayitno dan Dadan ini dibantu oleh Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, dan Yulmanizar, serta Febrian selaku tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak. Mereka juga menikmati uang suap tersebut.

"Bahwa menurut penuntut umum perbuatan para terdakwa dan pemeriksa pajak disempurnakan dengan adanya penerimaan hadiah dari wajib pajak yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan sebelumnya seluruh berjumlah Rp 15 miliar dan SGD 4 juta. Dimana sesuai kesepakatan para terdakwa selaku pejabat struktural memperoleh bagian 50 persen dari total yang diterima wajib pajak di mana sisanya dibagikan untuk tim pemeriksa pajak," papar jaksa.

Berikut ini rincian penerimaan suap Angin Prayitno dan Dadan Ramdani dkk:

1. PT GMP Rp 15 miliar

Dari PT GMP sebesar Rp 15 miliar, angka itu kemudian dipotong oleh Aulia Imran dan Rian Ahmad Rona sebesar Rp 1,5 miliar sebagai fee pihak konsultan. Karena itu, yang diterima bersih Angin dkk Rp 13,5 miliar.

"Jumlah bersih yang diterima 13,5 miliar. Sesuai kesepakatan struktural peroleh 50 persen, yaitu Rp 6,750 miliar sehingga masing-masing terdakwa terima uang SGD yang nilainya setara Rp 3,75 miliar dan sisanya sebesar Rp 3,375 miliar menjadi bagian tim pemeriksa pajak yang terdiri atas Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, dan Yulmanizar, serta Febrian," beber jaksa.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.