5 Pengakuan Azis Syamsuddin Usai Diminta Jujur Hakim di Persidangan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 21:16 WIB
Azis Syamsuddin Nangis
Azis Syamsuddin menjalani sidang (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin diimbau majelis hakim untuk jujur dalam memberikan keterangan sebagai terdakwa di pengadilan. Azis didakwa terkait kasus mantan penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju.

"Majelis meminta agar Saudara memberikan keterangan yang jujur di pemeriksaan ini, karena kalau Saudara jujur dalam memberikan keterangan maka itu akan menjadi variabel yang dapat menjadi pertimbangan meringankan Saudara, jika Saudara terbukti melakukan tindak pidana yang didakwakan," ujar Hakim Ketua, Muhammad Damis kepada Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (17/1/2022).

Hal itu disampaikan Hakim Damis sebelum memeriksa Azis. Menjawab imbauan itu, Azis pun mengiyakan.

Selain Robin, Azis juga didakwa menyuap Maskur Husain. Total nominal suap Azis Syamsuddin kepada keduanya sekitar Rp 3,6 miliar.

Jaksa mendakwa Azis menyuap karena AKP Robin, selaku penyidik KPK, saat itu mengurus kasus dugaan korupsi yang melibatkan nama Azis dan Aliza Gunado. Azis disebut jaksa memberi suap agar dia dan Aliza Gunado tidak menjadi tersangka KPK berkaitan dengan kasus DAK Lampung Tengah 2017.

Berikut 5 kesaksian Azis usai diminta jujur oleh hakim:

1. Khilaf Transfer Uang ke AKP Robin

Azis Syamsuddin mengaku khilaf memberikan uang, yang disebut sebagai pinjaman, Rp 210 juta ke AKP Robin. Azis mengaku, saat mengirim uang itu, pikirannya sedang kalut.

Awalnya jaksa KPK Heradian Salipi bertanya apakah Azis memiliki rasa khawatir ketika memberikan uang Rp 200 juta yang disebut Azis sebagai pinjaman itu. Namun Azis tidak menjawab tidak sesuai dengan konteks. Azis mengaku dia tahu etika di KPK.

Jaksa Hera pun kembali bertanya. Azis mengatakan alasannya memberi pinjaman Robin itu karena kemanusiaan.

"Kan saya membantu dia atas dasar kemanusiaan. Makanya saya nggak kirim ke rekeningnya Robin, saya kirim ke atas nama keluarganya," jawab Azis.

"Jujur saya nggak mau kirim, tapi karena rasa kemanusiaan daya dan kasihan dan dia sakit COVID-19, dan pada saat itu posisi saya saat itu sangat load, Pak. Ada UU omnibus law, ada UU kejaksaan, UU TPKS, dan masih banyak," sambung Azis.

Dia pun meminta maaf. Azis mengaku khilaf memberikan uang yang dia akui totalnya Rp 210 juta, yang dia sebut uang itu sebagai uang pinjaman.

"Saya secara manusia mungkin saya khilaf, saya mohon maaf dalam kesempatan ini karena saya khilaf overload. Tapi saya yakin, saya memberikan itu nggak ada niat untuk si Robin melakukan sesuatu atau bertindak sesuatu, karena saya yakin Robin nggak punya kapasitas," tegas Azis.

Simak video 'Kala Hakim Minta Azis Syamsuddin untuk Jujur di Persidangan':

[Gambas:Video 20detik]