Diprotes Wakapolda, Proyek Rp 2 M Kawasan Tanggo Rajo Jambi Dibongkar

Ferdi Almunanda - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 20:24 WIB
Proyek Rp 2 miliar di Kawasan Tanggo Rajo Jambi dibongkar
Proyek Rp 2 miliar di Kawasan Tanggo Rajo Jambi dibongkar. (Dok. Istimewa)
Jambi -

Proyek renovasi kawasan Tanggo Rajo yang diperuntukkan bagi pedagang berjualan di Kota Jambi dibongkar. Pembongkaran proyek bangunan dengan pagu anggaran Rp 2 miliar itu disebut berdasarkan surat perintah dari Polda Jambi.

"Jadi pada intinya, itu, salah satu permasalahan yang disampaikan pada kita dari Polda, itu, karena ada terganggunya privasi dari bapak Wakapolda. Karena bangunan yang dibuat itu kan tinggi, sementara Rumah Dinas Wakapolda itu kan di bawah, itu salah satu keberatan mereka, makanya dibongkar," kata Kepala Dinas PUPR Provinsi Jambi M Fauzi kepada wartawan, Senin (17/1/2022).

Proyek yang dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas PUPR tersebut dibuat dengan tujuan menunjang pemulihan perekonomian masyarakat. Proyek yang baru saja selesai pada Desember 2021 itu bertujuan memperindah bangunan tempat pedagang berjualan di kawasan wisata Gentala Arasy Ancol, Jambi.

"Kita kan memprogramkan bangunan itu karena pertama rusak setelah kena angin puting beliung roboh kan, lalu kedua Pak Gubernur kan menginginkan adanya perapian lah kan di kawasan Ancol itu kan, maka diusulkan pembangunan itu. Nah, itu juga sebagai salah satu penunjang pemulihan ekonomi nasional atau PEN gitu kan," ujar Fauzi.

Fauzi menyebutkan, Dinas PUPR Jambi mendukung adanya pembangunan baru bagi pedagang berjualan. Apalagi proyek pembangunan itu juga dianggarkan di APBD Perubahan pada 2021.

Hanya, setelah bangunan itu dinyatakan selesai pada 27 Desember 2021, Dinas PUPR Jambi mendapatkan surat, yang mana bangunan itu diminta untuk dibongkar.

"Karena ada permintaan dari Pak Wakapolda, melalui surat dari Dirkrimsus ya, itu ada surat ke kita. Nah ini, saya konsultasikan ke Pak Gubernur, jadi kata Pak Gubernur, ikuti aturan. Salah satu yang jadi pegangan kita itu surat perintah ya, dari sana. Terus yang kedua pengamanan terhadap aset, sudah kita amankan semua. Nah bagaimana aset ini selanjutnya nanti, kita tunggu perintah Pak Gubernur," terang Fauzi.