Tanggul Tengah Jalan Pondok Bambu Dibongkar, Got Biang Banjir Bakal Dikeruk

Marteen Ronaldo - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 13:18 WIB
tanggul pondok bambu dirobohkan
Foto: Rifqi/detikcom
Jakarta -

Lurah Pondok Bambu, Asianti menyebut, pembongkaran tanggul di salah satu akses Kavling Kompleks TNI AL, berdasarkan kesepakatan antara pemerintah dengan warga setempat. Pemerintah mengatakan, akan mengeruk got jika tanggul dibongkar.

"Iya kalau itu kan kemarin kita sudah bermediasi dengan warga dan ada Bina Marga, SDA Jakarta Timur serta yang lainnya. Kita sepakat untuk upaya pencegahan banjir disana, kita akan melakukan pengerukan saluran air dan sudah berjalan saat ini yang dikerjakan oleh SDA Jakarta Timur," katanya saat ditemui, Senin (17/1/2022).

Diketahui, warga membuat tanggul setinggi betis, yang menutup akses, karena menyebut air di got sering meluap dan akibatkan banjir. Tanggul itu menutupi akses antara RT 09 dan RT 011.

Menurut Asianti, sudah dicapai kesepakatan antara warga sekitar dengan pemerintah. Tanggul pun kini sudah dibongkar. Menurut Asianti, warga tidak akan lagi membuat tanggul yang halangi akses jalan.

"Oh itu sudah selesai, Alhamdulilah kemarin itu sudah berjalan dengan baik mediasi antara warga dengan pihak Kelurahan dan Kecamatan," ucapnya.

Warga Patungan Beli Pompa

Seorang warga di sekitar lokasi bernama Miko bercerita aliran air di sungai kompleks tersebut tidak mengalir dengan lancar. Akibatnya, hal tersebut memicu datangnya banjir.

"Jadi ini hulunya, Waduk Haji Dogol menjadi tempat penampungan air hujan dan mengalirkan air-air ini ke berbagai pecahan kali yang mengarah ke Banjir Kanal Timur (BKT). Permasalahannya adalah aliran di kali ini tidak semuanya lancar. Ada beberapa yang memang tersumbat, dan saluran air yang mengarah ke BKT itu kecil," ungkap Miko saat ditemui detikcom, Minggu (16/1).

Miko menilai penuntasan banjir harus dimulai dari hilir. Sebab, jika aliran sungai tidak diperbaiki, permasalahan banjir juga tidak dapat diatasi.

"Penuntasan aliran kali di Jl. Teluk Tomini dan Teluk Sibolga yang diutamakan itu di hilirnya. Masalah utama itu di hilirnya," jelas Miko.

Warga lain bernama Maryono menyebut, warga sekitar lokasi bahkan bersama-sama membeli atau 'patungan' membeli lima pompa air guna menyerap genangan banjir. Pompa air tersebut disebut Maryono berada tak jauh dari pemukiman warga.

"Totalnya ada 5 pompa. Pompa ini memang dibuat untuk mereduksi banjir yang masuk ke sini. Pompa ini dari masyarakat. Kita berupaya bikin pompa, dan bikin tanggul juga. Semua ini dari swadaya masyarakat," ujar Maryono.

(aik/dnu)