Akhir Cerita Tanggul Tengah Jalan Pondok Bambu Disebut Halangi Banjir

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 07:48 WIB
Tanggul di perumahan Kompleks Kaveling TNI AL, Pondok Bambu, Jakarta Timur, 15 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Foto: Tanggul di perumahan Kompleks Kaveling TNI AL, Pondok Bambu, Jakarta Timur, 15 Januari 2022. (Marteen Ronaldo Pakpahan/detikcom)
Jakarta -

Tanggul beton setinggi betis orang dewasa di Kompleks Kaveling TNI AL, Pondok Bambu, Jakarta Timur, menjadi sorotan. Kini tanggul yang bikin resah itu dibongkar sebab menghambat mobilitas warga sehari-hari.

Diketahui, tanggul tersebut memiliki panjang 10 meter. Tanggul itu disebut sengaja dibangun untuk mencegah terjadinya banjir yang kerap dialami warga di sekitar lokasi.

Tujuan Tanggul Dibangun

Chandra, seorang petugas keamanan di sekitar lokasi menerangkan tujuan dibangunnya tanggul tersebut. Dia berkata, tanggul itu jadi simbol rasa kekecewaan warga yang kerap kebanjiran.

"Iya awalnya sih ada salah satu warga yang kesal karena setiap hujan datang itu, wilayah perumahan ini sering banjir semata kaki bahkan sampe pernah sedengkul waktu itu. Itu karena memang saluran air yang tidak bisa menampung air dari berbagai tempat yang masuk, jadi melimpahnya ke kita ini," kata Candra saat ditemui di lokasi.

Bahkan, Chandra menuturkan tanggul itu dibuat secara spontan. Pasalnya, permintaan warga untuk penuntasan masalah banjir tak kunjung terpenuhi.

"Iya alasan mereka, kalau mau di bongkar tanggulnya sama Satpol PP, ya dari warga itu mereka mintanya ada pengerukan got dan saluran air yang berada di sekitar perumahan kompleks," kata Chandra.

Sebab Banjir Tak Kunjung 'Rampung'

Seorang warga lainnya bernama Miko mengatakan aliran air sungai di sekitar lokasi tidak berjalan lancar. Hal itu jadi pemicu datangnya banjir.

"Jadi ini hulunya, Waduk Haji Dogol menjadi tempat penampungan air hujan dan mengalirkan air-air ini ke berbagai pecahan kali yang mengarah ke Banjir Kanal Timur (BKT). Permasalahannya adalah aliran di kali ini tidak semuanya lancar. Ada beberapa yang memang tersumbat, dan saluran air yang mengarah ke BKT itu kecil," ungkap Miko saat ditemui detikcom, Minggu (16/1/2022).

Selain itu, Miko menilai penuntasan banjir di sekitar lokasi tak pernah menyebtuh hilir permasalahan.

"Penuntasan aliran kali di Jl. Teluk Tomini dan Teluk Sibolga yang diutamakan itu di hilirnya. Masalah utama itu di hilirnya," jelas Miko.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...

Saksikan juga 'Penampakan Tanggul Sungai Citarum yang Longsor di Bekasi':

[Gambas:Video 20detik]