Cerita Warga Pondok Bambu Atasi Banjir hingga 'Patungan' Beli Pompa Air

Rifqi Mahdi Rizqullah - detikNews
Minggu, 16 Jan 2022 14:47 WIB
Pompa air warga
Pompa air hasil patungan warga Pondok Bambu, Jaktim. (Rifqi Mahdi Rizqullah/detikcom)
Jakarta -

Area kompleks kavling TNI AL di Pondok Bambu, Jakarta Timur, kerap dilanda musibah banjir. Persoalan itu disebut menjadi awal mula penyebab salah satu warga di kompleks tersebut mendirikan tanggul beton hingga menutupi akses jalan.

Sebagai informasi, sebuah tanggul di komplek tersebut sempat menjadi sorotan karena membuat warga resah. Sebab, tanggul setinggi betis orang dewasa dipasang melintang menutupi badan jalan.

Seorang warga di sekitar lokasi bernama Miko bercerita aliran air di sungai kompleks tersebut tidak mengalir dengan lancar. Akibatnya, hal tersebut memicu datangnya banjir.

"Jadi ini hulunya, Waduk Haji Dogol menjadi tempat penampungan air hujan dan mengalirkan air-air ini ke berbagai pecahan kali yang mengarah ke Banjir Kanal Timur (BKT). Permasalahannya adalah aliran di kali ini tidak semuanya lancar. Ada beberapa yang memang tersumbat, dan saluran air yang mengarah ke BKT itu kecil," ungkap Miko saat ditemui detikcom, Minggu (16/1/2022).

Miko menilai penuntasan banjir harus dimulai dari hilir. Sebab, jika aliran sungai tidak diperbaiki, permasalahan banjir juga tidak dapat diatasi.

"Penuntasan aliran kali di Jl. Teluk Tomini dan Teluk Sibolga yang diutamakan itu di hilirnya. Masalah utama itu di hilirnya," jelas Miko.

Warga lain bernama Maryono menyebut, warga sekitar lokasi bahkan bersama-sama membeli atau 'patungan' membeli lima pompa air guna menyerap genangan banjir. Pompa air tersebut disebut Maryono berada tak jauh dari pemukiman warga.

"Totalnya ada 5 pompa. Pompa ini memang dibuat untuk mereduksi banjir yang masuk ke sini. Pompa ini dari masyarakat. Kita berupaya bikin pompa, dan bikin tanggul juga. Semua ini dari swadaya masyarakat," ujar Maryono.

Warga Dirikan Tanggul Guna Cegah Banjir

Seperti diketahui, jalan di perumahan kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, ini tertutup tanggul beton. Warga membuat tanggul ini lantaran sering kebanjiran.

Lokasi tanggul beton di tengah jalan ini ada di Kompleks Kaveling TNI AL, Blok A5 dan Blok A1, RT 09 RW 015, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Candra, salah seorang petugas keamanan di kompleks, mengatakan alasan pembuatan tanggul tersebut adalah rasa kesal dan kekecewaan dari masyarakat yang tinggal di sini terhadap pihak Kecamatan Duren Sawit. Mereka sudah jengah kebanjiran terus. Maka salah seorang warga membangun tanggul.

"Iya, awalnya sih ada salah satu warga yang kesal karena, setiap hujan datang itu, wilayah perumahan ini sering banjir semata kaki, bahkan sampai pernah se-dengkul waktu itu. Itu karena memang saluran air yang tidak bisa menampung air dari berbagai tempat yang masuk, jadi melimpahnya ke kita ini," kata Candra saat ditemui di lokasi.

Candra juga menerangkan pembuatan tanggul dilakukan secara spontan oleh para warga yang resah akan banjir.

"Kalau itu karena memang bapak yang buat itu dia kesal dan air itu kan masuk ke sini dari seberang jalan yang di tanggul itu juga masuk ke sini, sehingga dia berinisiatif untuk menekan air masuk dengan cara dibeton, supaya nggak terlalu besar dampaknya," jelasnya.

Tanggul Penghalang Jalan Dirobohkan

Untuk diketahui, tanggul beton setinggi betis orang dewasa di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, meresahkan warga karena menutupi badan jalan dan menghalangi akses warga untuk melintas. Tanggul tersebut tampak kini sudah dirobohkan.

Akses jalan di Jalan Teluk Tomini kini terlihat sudah tidak lagi terhalang tanggul. Lokasi tanggul tersebut tampak dipasangi portal.

Hingga kini akses Jalan Teluk Tomini, tepatnya perbatasan antara RT 09 dan RT 11, belum dapat dilewati. Di sekitar lokasi, tampak saat ini masih terlihat sejumlah batu bata dan pasir dari sisa tanggul tersebut dibiarkan berada di pinggir jalan.

Warga di sekitar lokasi bernama Miko menyebut perobohan tanggul tersebut sudah seharusnya dilakukan. Pasalnya, tanggul tersebut dibangun di atas jalan yang kerap digunakan warga sekitar untuk melintas.

"Itu kan sudah memang semestinya ya, fungsi fasilitas umum sebagai jalan raya sudah harus dikembalikan," kata Miko, Minggu (16/1/2022).

Simak juga 'Penampakan Tanggul Sungai Citarum yang Longsor di Bekasi':

[Gambas:Video 20detik]



(rak/dhn)