ADVERTISEMENT

Kutukan Nia Ramadhani dan Vonis 1 Tahun Bui

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 13:48 WIB
Jakarta -

Nia Ramadhani pernah merasa dilema menjadi dirinya sendiri adalah sebuah kutukan. Jeratan kasus sabu untuknya saat ini pun disebutnya sebagai pelarian atas kesedihan yang akhirnya berujung vonis penjara.

Kisah tentang kutukan itu disampaikan Nia ketika menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) pada Kamis, 16 Desember 2021. Seperti apa cerita Nia?

"Di awal tahun 2014, papa saya meninggal dan saat itu saya ketemu dia baru 3 tahun belakangan sebelum dia meninggal," ucap Nia dalam persidangan saat itu.

"Dari saat itu sampai April tahun 2021, saya belum pernah bisa cerita ke siapa pun bahwa saya kehilangan," imbuhnya.

Tentang perkenalannya dengan sabu disebut Nia diketahuinya di tempat syuting. Suara Nia terdengar bergetar ketika menceritakan itu. Suami Nia, Ardi Bakrie, langsung mengusap punggung Nia.

"Saya pernah cerita ke teman saya bilang saya seolah-olah meratapi nasib saya tapi jawabannya mereka adalah 'Nia malulah untuk sedih karena hidup kamu itu banyak yang pengin, saya terkenal, saya punya suami, saya punya anak, saya hidup di keluarga terpandang', katanya nggak patut untuk sedih. Di saat itu saya terpuruk, karena saya merasa sebagai seorang Nia itu kutukan, saya sedih, saya bener-bener kehilangan belahan jiwa saya, papa saya itu," kata Nia.

"Dan April 2021 itu saya lagi pengin-penginnya dapat ucapan ultah dari papa saya saat itu, saya teringat teman-teman waktu 2006 mengatakan ada suatu zat katanya kalau kita pakai dari capek bisa kuat, dari sedih bisa jadi happy," sambung Nia.

"Siapa teman yang kenalkan itu (narkoba)?" tanya hakim anggota Fahzal Hendri.

"Di perkumpulan syuting saya dululah, Pak. Saya saat itu mungkin batin saya jadi lemah jadi saya kemakan kata-kata itu. Lalu saya cari, saya mau," kata Nia.

Nia Ramadhani Merasa Dituntut Harus Sempurna

Hakim lantas mencecar Nia perihal rentang waktu ayahnya meninggal hingga akhirnya Nia menggunakan narkoba. Apa alasan Nia?

"Interval waktu kan lama banget orang tua meninggal 2014, kok baru 7 tahun kemudian baru Saudara cari-cari jalan keluar?" cecar hakim.

"Karena di April 2021 sedihnya saya sampai bikin sesak, saya benar-benar breakdown, saya mau cerita tapi nggak bisa," jawab Nia.

"Saya tahun 2021 benar-benar merasa terpuruk aja, mungkin saat tahun ini saya selalu dituntut jadi orang sempurna. Saya selalu dituntut happy, mungkin saat ini saya breakdown, mungkin saat ini saya jatuh," tambah Nia.

Ardi Bakrie juga mengungkapkan alasannya memakai narkoba bersama Nia Ramadhani. Apa alasannya?

"Saudara kan normal saja, sehat, mapan, apa alasannya Saudara menggunakan sabu ini?" tanya hakim.

Ardi mengaku memiliki kehidupan normal dan keluarga yang lengkap, tidak seperti Nia yang mengatakan alasan memakai narkoba berawal dari kehilangan salah satu orang tuanya. Namun, Ardi mengatakan memiliki masalah dalam hidupnya.

"Bahwa saya tumbuh dari kecil dengan keyakinan bahwa sebagai laki-laki kita harus kuat, tidak boleh lemah, tidak boleh berkeluh kesah. Kalau dewan hakim (majelis hakim) ini melihat atau bertanya kepada teman-teman saya, mereka sering berkata bahwa 'kok lo kayak nggak punya masalah, kayaknya selalu happy terus'. Tetapi saya juga seorang manusia yang punya masalah, tetapi tidak berani menunjukkannya, selalu saya pendam, tidak berani berkeluh kesah, karena stigma yang saya miliki itu," ujar Ardi dalam sidang.

Hal itulah yang membuat Ardi Bakrie bergabung dengan istrinya memakai barang terlarang itu. Dia mengatakan, ketika memakai sabu, dia mampu melepas kelemahannya itu.

"Oleh sebab itu, saya menggunakan zat terlarang ini, karena ketika saya menggunakan saya merasa pada saat itu lepas, kelemahan yang tidak mau tunjukkan itu lepas. Ini adalah sesuatu hal untuk mengakui kelemahan saya ini di depan majelis adalah suatu hal yang berat buat saya, tapi saya lakukan itu," ucapnya.

Menurutnya, setelah menjalani masa rehabilitasi, dia mampu mengatasi masalahnya tanpa harus bergantung pada obat-obatan itu. Dia mengatakan selama di pusat rehabilitasi dia mendapat banyak pelajaran.

"Alhamdulillah setelah menjalani rehabilitasi ini banyak pelajaran manfaat yang saya dapatkan pelajaran hidup yang saya dapatkan dalam meregulasi emosi," katanya.

Dia merasa kasus ini adalah pelajaran bagi dia dan Nia Ramadhani. Ke depan, dia berharap keluarganya tidak lagi tersandung kasus seperti ini.

"Alhamdulillah dimana terjadi sesuatu yang berat buat kami, tetapi makna dan manfaat yang ini telah kami terima dan insyaallah kami yang telah menyesal ini dapat keluar dan menyelesaikan masalah ini," tutur Ardi.

Setelahnya tuntutan dari jaksa sempat membuat Nia tak menyangka. Kenapa?

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT