Plt Walkot Bekasi Sedih Rahmat Effendi Kena OTT: 21 Tahun Kami Kerja Bareng

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 17:49 WIB
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (Muhammad Hanafi Aryan/detikcom)
Jakarta -

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto resmi menjabat PLT Wali Kota Bekasi setelah Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi atau Pepen tertangkap tangan atas pidana korupsi. Tri mengaku dia jadi orang pertama yang sedih mengetahui info tersebut.

"Saya orang pertama yang merasa sedih atas insiden tersebut. Saya turut prihatin. Sudah 21 tahun saya bekerja bersamanya, dan itu bukan waktu yang sebentar," kata PLT Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam keterangan tertulis Humas Kota Bekasi, Senin (10/1/2022).

Namun dia mengimbau semua ASN agar tidak berlarut dalam kesedihan. Menurutnya, pelayanan pada masyarakat harus tetap maksimal.

"Akan tetapi kita jangan sampai terpuruk dalam kesedihan karena mau bagaimanapun kita adalah pelayan bagi masyarakat, jadi segala bentuk pelayanan harus tetap berjalan secara maksimal," sambungnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama sejumlah orang lain ditangkap KPK. Dari operasi tangkap tangan kasus dugaan korupsi ini, KPK juga mengamankan uang total Rp 5,7 miliar.

Dalam kasus ini, total KPK menjerat sembilan tersangka. Berikut ini rinciannya:

Sebagai pemberi:

1. Ali Amril (AA) sebagai Direktur PT ME (MAM Energindo);

2. Lai Bui Min alias Anen (LBM) sebagai swasta;

3. Suryadi (SY) sebagai Direktur PT KBR (Kota Bintang Rayatri) dan PT HS (Hanaveri Sentosa); dan

4. Makhfud Saifudin (MS) sebagai Camat Rawalumbu.

Sebagai penerima:

5. Rahmat Effendi (RE) sebagai Wali Kota Bekasi;

6. M Bunyamin (MB) sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi;

7. Mulyadi alias Bayong (MY) sebagai Lurah Jatisari;

8. Wahyudin (WY) sebagai Camat Jatisampurna; dan

9. Jumhana Lutfi (JL) sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi.