Menaker Dorong DPN Perkasa Beri Jaminan Sosial untuk Para Anggota

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 22:21 WIB
Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menerima audiensi Dewan Pertukangan Nasional Perkumpulan Tukang Bangunan Indonesia (DPN Perkasa), Jumat (7/1). Dalam kesempatan ini, Ida mendorong DPN Perkasa agar memberikan perlindungan sosial kepada para anggotanya.

Ida menjelaskan, Jaminan Sosial merupakan hak setiap orang dan setiap pekerja, termasuk para tukang bangunan.

"Saya meminta teman-teman DPN Perkasa agar meningkatkan manfaat Jaminan Sosial untuk para anggotanya," ujar Ida dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/1/2021).

Lebih lanjut, Ida mengatakan setiap profesi kerja, baik pekerja formal maupun pekerja informal memiliki risiko kerja. Ia juga menjelaskan kecelakaan kerja dapat terjadi di mana dan kapan saja.

"Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini membuat setiap pekerja perlu mendapatkan Jaminan Sosial," paparnya.

"Nah, kalau pekerja, termasuk para tukang ini menjadi peserta Jaminan Sosial, maka mereka juga akan mendapatkan kenyamanan dalam bekerja, keluarganya di rumah juga menjadi tenang, trus juga produktivitas kerja para tukang ini bakal meningkat," imbuhnya.

Terkait hal ini, Ida mengatakan pihaknya juga akan terus mensosialisasikan kepada para pekerja soal pentingnya Jaminan Sosial. Hal ini mengingat masih banyak pekerja yang belum terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Di samping itu, Ida mendukung tukang bangunan tersertifikasi sebagai tenaga kerja terampil konstruksi. Menurutnya, sertifikasi akan memudahkan tenaga kerja mendapatkan pekerjaan sehingga meningkatkan kesejahteraan. Terlebih peluang penempatan ke luar negeri terbuka untuk tukang bangunan.

"Agar kompetensi tukang bangunan diakui dan dapat bersaing dengan tukang negara lain maka harus memiliki sertifikasi," katanya.

Mengenai hal ini, Ida pun mendorong DPN Perkasa untuk berkoordinasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar tukang bangunan segera memiliki sertifikasi.

"Jadi saran saya kepada teman-teman agar menjalin komunikasi dengan BNSP," katanya.

Ia juga menyampaikan para tukang bangunan di daerah dapat memanfaatkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) dengan kejuruan konstruksi untuk meningkatkan kompetensinya (upskilling).

"Kita punya BLK yang punya kejuruan konstruksi yang anggota DPN bisa memanfaatkan keberadaan lembaga-lembaga pelatihan dalam rangka upskilling, atau skilling bagi mereka yang ingin menjadi tukang," paparnya.

"Hampir semua BLK-BLK kita mempunyai kejuruan konstruksi, kecuali Bekasi, Lembang Bandung, Semarang, tapi yang lain hampir semuanya mempunyai kejuruan konstruksi," pungkasnya.

(fhs/ega)