Year in Review 2021

Cara Sumsel Genjot Hasil Pertanian untuk Jadi Lumbung Pangan Nasional

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 13:25 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru di Desa Srikaton, Buay Madang, OKU Timur
Foto: Dok. Pemprov Sumsel
Jakarta -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyiapkan reward untuk kabupaten/kota yang dapat menurunkan losses produksi pertanian. Hal itu dilakukan agar seluruh dinas dan pemkab/pemkot di Sumsel fokus melakukan peningkatan produktivitas pertanian khususnya beras di Sumsel.

Selain itu, ini dilakukan agar Sumsel tetap menjadi lumbung pangan nasional. Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Pembangunan Pertanian TPH Tahun 2021, Herman Deru menyebut berbagai langkah dapat dilakukan dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian tersebut. Termasuk dengan menekan angka kerugian atau kehilangan panen (losses) pada padi.

"Losses ini berpengaruh terhadap jumlah produktivitas. Losses ini harus ditekan seminimal mungkin karena ini angka losses itu berperan besar untuk peningkatan produktivitas pertanian," kata Herman Deru.

Tak hanya pemberian reward, berbagai upaya, kebijakan, dan usulan lain juga telah dilakukan, baik yang dilakukan Pemprov Sumsel hingga menggandeng berbagai stakeholder. Misalnya Herman Deru menyarankan program subsidi pemerintah ke petani beralih dari sisi input ke sisi output, yakni dari pupuk dan benih ke harga gabah.

"Kita harus inovasi ekstrem, subsidinya jangan di pupuk, tapi di harga gabahnya agar petani punya jiwa entrepreneur," ujar Herman Deru.

Menurutnya, pemerintah juga memberikan bantuan alsintan yang terbatas. Pada sisi lain program bantuan seperti sumur bor dan pompanisasi tak seluruhnya menyasar kelompok tani. Ia berharap pemerintah dapat mencontoh Vietnam dan Thailand yang menerapkan subsidi harga gabah.

Dilansir dari Antara, Herman Deru mengatakan Pemprov Sumsel akan meningkatkan produksi pertanian dari sebelumnya 2,6 juta Gabah Kering Giling (GKG) menjadi 3,1 GKG pada 2021 ini. Ini agar Sumsel naik di tiga besar penghasil GKG.

Pada sisi lain, Pemerintah Pusat juga telah menyiapkan 278.483 hektare lahan untuk pelaksanaan 'food estate' di Sumatera Selatan, terutama untuk komoditas padi dan jagung. Upaya ini dapat memperkuat status Sumsel sebagai daerah lumbung pangan nasional.

Lebih lanjut Herman Deru mendukung berbagai stakeholder yang membantu dalam meningkatkan produksi pertanian. Misalnya hibah PT Bukit Asam Tbk berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk pengairan sawah melalui pompanisasi dari sungai.

"PT Bukit Asam telah memberikan angin segar kepada para petani dengan membangun PLTS untuk pengairan sawah. Ini merupakan dukungan PT Bukit Asam untuk kemajuan pertanian di Sumsel," kata Herman dalam keterangan tertulis, Rabu (3/3).

Ia juga mendorong berbagai pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung target Sumsel menjadi lumbung pangan nasional. Salah satunya pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang ada di Kabupaten OKU Selatan di Desa Sukabumi, Kecamatan Tiga Dihaji, OKU Selatan.

"Bendungan Tiga Dihaji yang akan menjadi bendungan satu-satunya di Sumsel itu berfungsi sebagai bendungan multipurpose untuk mengaliri lahan irigasi baru seluas 25.423 hektare," imbuh Herman Deru dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9).

Terbaru, pada awal Desember lalu, Pemprov Sumsel meluncurkan program Sumsel Mandiri Pangan (SMP). Herman Deru menjelaskan gerakan ini bertujuan untuk mengubah 'mindset' warga Sumsel dari konsumen menjadi penghasil, terutama untuk urusan bahan makanan sehari-hari. Hal ini nantinya akan berpengaruh mengurangi biaya kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Esensi (Sumsel Mandiri Pangan) kita adalah merubah mindset dari yang biasanya kita berharap membeli menjadi penghasil, atau biasa jadi konsumen, kita menjadi penghasil," ujar Deru kepada detikcom belum lama ini.

"Apa itu? Kebutuhan sehari-hari dan ini paling tidak untuk mengurangi biaya hidup. Jadi seperti cabai, bawang, yang selama ini masyarakat hanya berpikir untuk membeli, mencari ke pasar, yang sangat tergantung kepada wilayah lain," imbuhnya.

(akn/ega)