Tekad Pemprov Sumsel Tekan Kemiskinan dengan Program Mandiri Pangan

ADVERTISEMENT

Year in Review 2021

Tekad Pemprov Sumsel Tekan Kemiskinan dengan Program Mandiri Pangan

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 10:52 WIB
Herman Deru Raih Penghargaan Terkait Pengembangan Sektor Pertanian
Foto: Dok. Pemprov Sumsel
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) meluncurkan gerakan Sumsel Mandiri Pangan (SMP) belum pada awal Desember lalu. Salah satu tujuan gerakan ini ialah untuk mengentaskan kemiskinan di Sumsel yang masih ada di kisaran 12%.

Gubernur Sumsel Herman Deru menjelaskan gerakan ini bertujuan untuk mengubah 'mindset' warga Sumsel dari konsumen menjadi penghasil, terutama untuk urusan bahan makanan sehari-hari. Hal ini nantinya akan berpengaruh mengurangi biaya kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Esensi (Sumsel Mandiri Pangan) kita adalah merubah mindset dari yang biasanya kita berharap membeli menjadi penghasil, atau biasa jadi konsumen, kita menjadi penghasil," ujar Deru kepada detikcom belum lama ini.

"Apa itu? Kebutuhan sehari-hari dan ini paling tidak untuk mengurangi biaya hidup. Jadi seperti cabai, bawang, yang selama ini masyarakat hanya berpikir untuk membeli, mencari ke pasar, yang sangat tergantung kepada wilayah lain," imbuhnya.

Salah satu realisasi dari program Sumsel Mandiri Pangan ialah dengan memberikan media tanam, bibit hingga tempat memelihara ikan kepada 250 ribu keluarga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Menurutnya, hal ini akan membantu memenuhi 'kebutuhan dapur'(selain beras) dan mengurangi biaya kebutuhan keluarga.

"Kita nggak pernah hitung berapa sih kita butuh cabai di rumah tangga itu, hanya untuk makan mie instan saja harus mencari (membeli cabai) ke warung, padahal mereka bisa nggak ke warung," ujarnya.

"Ini salah satu perubahan mindset yang butuh waktu, tapi kita yakin ini bisa, dalam waktu dua tahun ini, DTKS yang disebabkan pengeluaran tinggi. Sehingga mereka terdaftar itu bisa berkurang," imbuhnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Ekowati Retnaningsih menilai gerakan ini menjadi solusi keprihatinan terhadap masyarakat yang sudah terpolah untuk menjadi konsumen dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam kehidupan sehari-hari.

"Gerakan SMP ini akan mengubah mindset kita dari konsumen menjadi produsen," katanya.

Menurutnya, program gerakan SMP juga menjadi loncatan dalam memandirikan masyarakat untuk memenuhi sebagai kebutuhan pangannya.

"Melalui gerakan Sumsel Mandiri Pangan agar kita konsumsi pangan di pekarangan di rumah masing-masing dan gerakan ini harus diikuti oleh seluruh masyarakat. Bahkan dari gerakan Sumsel Mandiri Pangan ini dapat berdampak pada penurunan kemiskinan," ujarnya.

Eko menyebutkan ada 240 desa yang bergabung dalam gerakan Sumsel Mandiri Pangan di tahun 2021 dengan rincian satu desa per kecamatan. Ia menilai angkanya akan semakin meningkat secara berkelanjutan.

"Pada tahun 2022 target kita 50 persen jumlah desa di kecamatan di tahun 2023 target kita 70 persen 2024 sebesar 90 persen dan 2025 diharapkan 100 sudah mencapai persen," ungkap Eko.

Program anyar Sumsel Mandiri Pangan ini diprediksi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan. Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengurangi pengeluaran biaya hidup, sehingga penghasilan yang didapat bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Zulkipli.

"Sumsel Mandiri Pangan merupakan program yang luar biasa dari Pak Gubernur untuk membantu masyarakat. Jadi ini upaya Pak Gubernur mengubah konsep masyarakat yang selama ini hanya sebagai konsumen menjadi produsen," kata Zulkipli.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT