Gerakan Sumsel Mandiri Pangan: Upaya Wujudkan Visi Ketahanan Pangan Nasional

ADVERTISEMENT

Year in Review 2021

Gerakan Sumsel Mandiri Pangan: Upaya Wujudkan Visi Ketahanan Pangan Nasional

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 08 Jan 2022 08:14 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Gubernur Sumsel Herman Deru. Foto: Pemprov Sumsel
Palembang -

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bertekad untuk menekan kemiskinan masyarakatnya sekaligus menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Untuk mewujudkan tujuan itu, Gubernur Sumsel Herman Deru meluncurkan program Mandiri Pangan.

Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (SMP) telah diluncurkan di Pelataran Plaza Sungai Lematang, Kabupaten Lahat, pada Kamis (2/12) lalu.

Sasaran pertama dari program ini sebenarnya adalah cara berpikir warga yang sebelumnya punya 'mindset' konsumtif, kemudian perlu diubah menjadi produktif dalam produk pertanian. Dengan demikian, masyarakat yang mampu memproduksi hasil pertanian tidak akan tergantung lagi dengan hasil pertanian negara lain.

"Program gerakan Sumsel Mandiri Pangan benar kita luncurkan. Target kita di masa yang akan datang kita melepaskan ketergantungan atas komoditas yang dikirim dari luar seperti sayur-mayur, cabai, tomat komoditas lainnya," kata Herman dalam keterangan tertulis.

Gerakan Sumsel Mandiri Pangan kemudian akan membantu mewujudkan visi ketahanan pangan nasional. Cara yang paling mendasar adalah mewujudkan kemandirian pangan pada tingkat rumah tangga terlebih dahulu. Konkretnya, masyarakat perlu menanam tanaman konsumsi di pekarangan rumahnya. Kaum ibu menjadi ujung tombak mewujudkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

"Saya mengajak kepada masyarakat untuk menghasilkan sendiri saja dengan tidak perlu ketergantungan dengan orang lain," ungkapnya.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Ekowati Retnaningsih menyebut gerakan Sumsel Mandiri Pangan diikuti 240 desa untuk tahun 2021 ini saja. Rinciannya, satu kecamatan punya satu desa mandiri pangan. Target Sumsel sampai 2025 yakni 100% desa melakukan gerakan Sumsel Mandiri Pangan.

Gerakan Sumsel Mandiri Pangan: Upaya Wujudkan Visi Ketahanan Pangan NasionalPemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) bertekad untuk menekan kemiskinan masyarakatnya sekaligus menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan nasional. Untuk mewujudkan tujuan itu, Gubernur Sumsel Herman Deru meluncurkan program Mandiri Pangan.Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (SMP) telah diluncurkan di Pelataran Plaza Sungai Lematang, Kabupaten Lahat, pada Kamis (2/12) lalu.Sasaran pertama dari program ini sebenarnya adalah cara berpikir warga yang sebelumnya punya 'mindset' konsumtif, kemudian perlu diubah menjadi produktif dalam produk pertanian. Dengan demikian, masyarakat yang mampu memproduksi hasil pertanian tidak akan tergantung lagi dengan hasil pertanian negara lain.Foto: Tim Infografis detikcom

Hasilkan Pangan, Entaskan Kemiskinan

Herman Deru mengajak masyarakat untuk produktif menghasilkan pangan di pekarangan rumah. Menanam tumbuhan konsumsi adalah salah satu langkah dalam program Sumsel Mandiri Pangan.

"Hal itu mengingat, masyarakat mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi keluarga melalui pengembangan ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumber daya di lingkungan pekarangan rumah secara berkelanjutan," ujar Herman Deru dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12) lalu.

Program anyar Sumsel Mandiri Pangan ini diprediksi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan. Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengurangi pengeluaran biaya hidup, sehingga penghasilan yang didapat bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Zulkipli.

"Sumsel Mandiri Pangan merupakan program yang luar biasa dari Pak Gubernur untuk membantu masyarakat. Jadi ini upaya Pak Gubernur mengubah konsep masyarakat yang selama ini hanya sebagai konsumen menjadi produsen," kata Zulkipli.

Berikut adalah rincian pokok program Sumsel Mandiri Pangan:

Target Sumsel Mandiri Pangan:
1. Outcome: Menurunkan angka kemiskinan di 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan
2. Output: Keluarga Mandiri Pangan dalam pemenuhan gizi keluarga
3. Gerakan: Masyarakat mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi keluarga melalui pengembangan ketersediaan, distribusi, dan konsumsi pangan dengan memanfaatkan sumber daya setempat secara berkelanjutan.

Yang harus dilakukan keluarga:
1. Budidaya tanaman
2. Budidaya ikan
3. Budidaya ternak kecil

Target paket bantuan Sumsel Mandiri Pangan:
1. Rumah Tangga miskin yang ada dalam data terpadu (DTKS yang masuk persentil 12 dari DTKS 40%)
2. Belum menerima bantuan yang sama dari program bansos APBN
3. Bersedia bergabung dalam kelompok
4. Bersedia ikut program dan tanda tangan pakta integritas

Ketahanan Pangan Nasional

Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibanding kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Stabilitas ekonomi dan stabilitas nasional dapat terancam. Demikianlah dijelaskan oleh Bulog lewat situs resminya.

Maka, ketahanan pangan nasional perlu diwujudkan. Dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pengertian 'ketahanan pangan' adalah 'kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau, serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan'.

Ketahanan pangan berkaitan erat dengan kemandirian pangan. Kemandirian pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, Sumsel mengambil peran. Sumatera Selatan memang ditargetkan menjadi lumbung pangan nasional. Kondisi saat ini pun, Sumsel surplus hasil pertanian.

Sumsel menjadi Provinsi tertinggi ke-4 dalam hal peningkatan produksi padi tahun 2019-2020. Gubernur Herman Deru menerima penghargaan Abdi Bakti Tani 2021. Produksi padi di Sumsel tahun 2020 mencapai 2.742.431 ton gabah kering giling.

Dilansir Antara, Gubernur Herman Deru menyatakan provinsinya dapat mencapai target 3,1 juta ton gabah kering giling dengan menerapkan teknologi modern, alat mesin pertanian (alsintan), ketersediaan pupuk, dan bibit unggul.

"Saya yakin Sumsel bisa mempertahankan labelnya sebagai daerah surplus pangan sekaligus sebagai lumbung pangan nasional," kata Herman Deru di sela-sela panen raya di Lahan Penangkaran Benih Padi, Kelompok Usaha Bersama Agribisnis (KUBA) Maju Bersama di Desa Sako, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin. Panen di sini didistribusikan ke 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Kepemimpinan Herman Deru di Sumsel diakui pula dalam hal membantu tugas kepolisian, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dan menjadikan wilayahnya 'zero conflict'. Atas jasanya, Herman Deru dianugerahi pin emas Kapolri.

Herman Deru merupakan satu-satunya gubernur yang mendapat pin emas dari Kapolri dalam rangka peringatan HUT ke-75 Bhayangkara pada 1 Juli 2021. Penghargaan itu diberikan ke Herman Deru berdasarkan SK Kapolri dengan Nomor Keputusan/1088/VI/2021.

(dnu/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT