Kerusuhan Makin Mencekam, Dubes Pastikan 140 WNI di Kazakhstan Aman

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 09:18 WIB
Jakarta -

Situasi di Kazakhstan memanas setelah terjadi gelombang demonstrasi berhari-hari di Kazakhstan atas kenaikan harga bahan bakar. Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan Fadjroel Rachman mengungkap kondisi 140 WNI aman.

"140 orang WNI yang berada di Republik Kazakhstan dan 3 orang WNI di Tajikistan dalam keadaan aman," kata Fadjroel dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (7/1/2022).

Sebanyak 140 WNI yang berada di Kazakhstan itu berada di Kota Nursultan, Atyrau, Almaty atau Murabbi, dan lainnya. Terkait dengan kondisi Kazakhstan yang memanas, Kedubes RI untuk Kazakhstan meminta WNI tidak bepergian ke luar rumah jika tidak terlalu penting dan selalu waspada.

Berikut imbauan lengkap Kedubes RI di Nursultan:

Sehubungan dengan perkembangan situasi di Kazakhstan dan diumumkannya 'State of Emergency' oleh Presiden Kazakhstan, dengan hormat disampaikan imbauan kepada seluruh WNI di wilayah Kazakhstan sebagai berikut:

1. Untuk selalu waspada dan berhati-hati
2. Menjauhi kerumunan
3. Tidak bepergian ke luar rumah kecuali untuk hal-hal yang penting
4. Mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah setempat, menjaga ketertiban, dan tidak ikut dalam aksi-aksi massa yang dilakukan di wilayah setempat
5. Tidak memberikan komentar yang bersifat publik terhadap perkembangan situasi dalam negeri Kazakhstan
6. Saling berkomunikasi dengan sesama WNI yang berada di kota/wilayah masing-masing
7. Berkomunikasi dengan KBRI melalui grup WNI maupun jalur-jalur komunikasi yang memungkinkan untuk memberi update kondisi masing-masing dan melaporkan hal-hal yang penting diketahui bersama

Untuk informasi dan bantuan KBRI:

- Alamat KBRI: Sarayshyq St 22, Nur Sultan 020000
- Nomor telepon KBRI (hari dan jam kerja): 8 (7172) 79 96 70
- Hotline KBRI (24 jam), melalui sms, telepon, atau WA) +77718360245


Kerusuhan Kazakhstan

Demonstrasi berujung ricuh terjadi di Kazakhstan. Ada 18 petugas keamanan yang tewas dan 748 lainnya terluka saat berupaya meredam kerusuhan.

Dilansir dari AFP, Kamis (6/1/2022), jumlah korban itu dilaporkan oleh kantor berita Rusia yang mengutip data Kementerian Dalam Negeri Kazakhstan.

Kantor berita Rusia Interfax dan RIA Novosti juga mengutip kementerian yang mengatakan 2.298 orang sejauh ini ditahan setelah protes atas kenaikan harga bahan bakar berubah menjadi bentrokan dengan petugas.

Demonstrasi menyebar ke seluruh negara di Asia Tengah itu. Demonstran marah atas kenaikan harga bahan bakar gas cair (elpiji) yang banyak digunakan untuk bahan bakar mobil di wilayah barat negara itu.

Ribuan orang turun ke jalan di Kota Almaty dan di provinsi barat Mangystau. Mereka mengatakan kenaikan harga tidak adil mengingat cadangan energi Kazakhstan yang sangat besar.

"Situasi yang paling sulit tetap di Almaty, di mana orang-orang bersenjata menyita dan menghancurkan sebagian sejumlah bangunan badan negara, organisasi keuangan, perusahaan televisi, dan fasilitas perdagangan," kata kementerian dalam negeri Kazakhstan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Rusia.

Di provinsi barat, beberapa bagian jalan raya dan satu jalur kereta api telah diblokir..

"Patroli oleh regu polisi dan Garda Nasional telah diintensifkan di daerah, (dan) penghalang jalan telah dibuat," kata kementerian itu.

"Penjahat sedang diidentifikasi dan ditahan atau dihilangkan dalam hal perlawanan bersenjata terhadap tuntutan hukum untuk meletakkan senjata mereka," sambung pernyataan itu.

(yld/haf)