Pengacara Eks Driver Klaim Kasus Penganiayaan Penumpang Segera Dihentikan

Yogi Ernes - detikNews
Minggu, 02 Jan 2022 15:12 WIB
Perdamaian Godelfridus Janter eks driver Grab dengan penumpang wanita inisial NT. (Dok Istimewa)
Perdamaian Godelfridus Janter eks driver Grab dengan penumpang wanita inisial NT. (Dok Istimewa)
Jakarta -

Eks driver Grab bernama Godelfridus Janter (GJ) telah sepakat berdamai di kasus penganiayaan dengan korban seorang perempuan inisial NT. Pengacara Godelfridus, Siprianus, mengklaim kasus penganiayaan itu akan segera dihentikan penyidikannya oleh polisi.

"Proses SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) mungkin Rabu ini ya. Sudah ada surat penangguhan penahanannya. SP3-nya secepatnya keluar," kata pengacara Godelfridus, Siprianus Edi Hardum, saat dihubungi, Minggu (2/1/2022).

Siprianus mengatakan kliennya dan pihak korban telah sepakat berdamai pada Jumat (31/12/2021) lalu. Kedua belah pihak disebut telah mencabut laporan masing-masing.

"Surat pencabutan dari pelapor kan sudah ada, dia cabut itu. Intinya ini keduanya mengakui salah, sama-sama salah. Oleh karena itu saling memaafkan dan saling meminta maaf. Keduanya berjanji saling cabut laporan, si NT cabut laporan di Polsek Tambora, GJ cabut laporan di Polres Jakarta Barat," katanya.

Dihubungi terpisah, pihak NT enggan berkomentar banyak perihal proses perdamaian yang dilakukannya dengan Godelfridus. Terkait laporan kepada Godelfridus yang disebut terlapor telah dicabut, pihak NT tidak menjawab pasti.

Saat dihubungi via sambungan telepon, NT diwakili perwakilan keluarganya dalam memberikan keterangan. Pihak NT hanya mengaku telah saling memaafkan terkait kasus tersebut.

"Yang penting tidak ada pihak yang dirugikan, sudah sama-sama saling memaafkan," katanya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Mochamad Taufik Iksan mengatakan Godelfridus dan NT memang telah sepakat menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan. Namun, terkait proses terbitnya SP3 terkait kasus itu, Taufik mengaku sejauh ini belum ada informasi perihal hal tersebut.

"Belum ada kabar (soal SP3 keluar). Kabar terbaru kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan secara kekeluargaan," katanya.

Untuk diketahui, Godelfridus telah menjadi tersangka kasus penganiayaan penumpangnya, yakni NT, 23 Desember 2021. Pelaku lalu ditahan polisi.

Polisi menyebut Godelfridus menendang korban saat keributan terjadi. Korban lalu melapor ke Polsek Tambora, Jakarta Barat, dan akhirnya Godelfridus ditangkap pada 24 Desember 2021.

Selang beberapa hari, Godelfridus melaporkan balik NT ke polisi. Godelfridus mengaku telah dianiaya juga, yakni dikeroyok sampai membuatnya sakit kepala. Laporan Godelfridus diterima pihak Polres Jakarta Barat dengan nomor LP/B/1062/XII/2021/SPKT/POLRES METRO JAKARTA BARAT/POLDA METRO JAYA. Laporan tersebut telah diterima pada 26 Desember 2021.

(whn/dhn)