Tak Terdesak Jadi Alasan Pria Tikam Begal Jadi Tersangka di Medan

ADVERTISEMENT

Tak Terdesak Jadi Alasan Pria Tikam Begal Jadi Tersangka di Medan

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 01 Jan 2022 20:42 WIB
Close up of Hand with knife following young terrified man ,Bandit is holding a knife in hand. Threat Concept
Ilustrasi penikaman (Foto: Getty Images/iStockphoto/chingyunsong)

Dia mengaku melawan untuk mempertahankan harta bendanya. Dia menyebut tiga orang di antaranya kabur, sementara RZ masih di lokasi dan berduel dengan DD.

"Saya ingat HP saya, saya ingin mengambil hak milik saya jadi saya ingin mengambil lagi HP saya di situ. Jadi saya tahan satu orang. Waktu saya tahan itu, mereka tetap mukulin temannya, sampai akhirnya kami terjatuh tiga orangnya lagi kabur meninggalkan kami berdua. Di situ kami berduel dan saya punya senjata tajam, di situ saya tikam tiga kali di bagian pinggang dan dada," ujar DD

DI mengakui dirinya membawa senjata tajam kala hendak pulang malam hari. Dia mengaku membawa senjata tajam karena pernah merasa diikuti orang pada pekan sebelumnya.

DI mengatakan dirinya siap bertanggung jawab atas perbuatannya meski dia meyakini dirinya adalah korban begal. DI juga minta maaf.

"Buat keluarga korban, bapak-ibu keluarga korban, keluarga almarhum. Saya tidak ada niat sedikitpun untuk berbuat seperti itu, tapi saya karena ingin membela diri, dan mau mempertahankan hak saya. Saya merasa terancam dan melakukan seperti itu. Mohon maaf kepada keluarga almarhum semuanya," ujarnya.

Alasan Polisi Jerat DI Jadi Tersangka

Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan alasan DI dijerat sebagai tersangka. Tatan mengawali penjelasan dengan menegaskan kalau DI diduga merupakan korban begal.

"Telah terjadi kasus curas terhadap Saudara DI. Kemudian itu tepat pukul 01.00 WIB, jadi terduga begal ada empat orang. Kemudian yang berhasil diambil oleh pelaku satu jenis handphone," kata Tatan kepada wartawan, Sabtu (1/1/2022).

Dia menjelaskan perlawanan yang dilakukan DI. Menurut Tatan, DI telah menyiapkan senjata tajam yang kemudian digunakan untuk menikam RZ.

"Pada saat terjadi pembegalan tersebut, DI melakukan perlawanan. Perlu kami jelaskan, Tersangka DI sudah menyiapkan sebilah pisau yang dibawa dan pada saat para pelaku begal melarikan diri, salah satu tersangka begal, korban, tewas ditarik oleh Tersangka DI," ujar Tatan.

Dia menyebut DI awalnya menusuk begal berinisial RZ itu pada pinggang bagian kanan. RZ disebut terjatuh lalu berdiri lagi. DI kemudian diduga menikam RZ tiga kali pada bagian dada.

"Kemudian tusukan pertama mengenai pinggang sebelah kanan, kemudian jatuh, sempat berdiri. Terjadi tusukan berikutnya sebanyak tiga kali di bagian dada sehingga penyidik dari hasil gelar perkara menetapkan Tersangka DI dan dikenakan Pasal 351 ayat 3 KUHP," sebut Tatan.

Tatan menyebut DI saat itu tidak dalam posisi terdesak. Menurutnya, RZ hendak melarikan diri saat ditikam oleh DI.

"Jadi Tersangka tidak dalam kondisi terdesak. Jadi si pelaku begal itu melarikan diri, karena dia duduk di bagian belakang ditarik Tersangka DI, kemudian ditusuk pinggang sebelah kanan terjatuh kemudian sempat berdiri, kemudian ditikam tiga kali ke arah dada," sebut Tatan.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT