Pria Diduga Begal Ditikam Warga hingga Tewas di Medan, Polisi Selidiki

ADVERTISEMENT

Pria Diduga Begal Ditikam Warga hingga Tewas di Medan, Polisi Selidiki

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Senin, 27 Des 2021 15:11 WIB
ilustrasi pembunuhan
Ilustrasi penikaman (Foto: detikcom)
Medan -

Seorang pria yang diduga sebagai pelaku begal, RZ, tewas ditikam oleh warga yang mengaku korban berinisial DD. Polisi menyelidiki kasus ini.

Pengacara DD, Jhonson, mengatakan peristiwa itu berawal saat DD menghentikan kendaraannya untuk menerima telepon di Jalan Flamboyan, Sunggal, Selasa (21/12) pukul 01.00 WIB. Saat itu, katanya, RZ beserta tiga orang lainnya datang dan merampas HP milik DD.

"Lalu didatangi empat orang pemuda yang masing-masing berboncengan naik dua sepeda motor. Korban dirampas HP-nya. Kereta (motor) mau dirampas juga. Jadi tarik-tarikan kunci sampai kuncinya bengkok," ucap Jhonson kepada wartawan, Senin (27/12/2021).

Jhonson mengatakan DD melemparkan kunci motornya ke tanah. Setelah itu, katanya, DD melakukan perlawanan kepada keempat orang yang diduga begal itu.

"Lalu korban yang memang punya keahlian bela diri bergulat dengan pelaku. Karena kalah kemampuan, pelaku (RZ) berusaha kabur dengan menaiki boncengan. Lalu ditangkap dan dipeluk DD, sehingga DD dan RZ terjatuh," tuturnya.

Dia menyebut kliennya dipukul menggunakan kayu oleh pelaku lainnya. Jhonson mengatakan DD yang berada di dekat RZ mengeluarkan pisau yang dibawanya dan menusuk RZ.

"Di situlah DD menikam RZ hingga mereka terseret dan terjatuh. Soal pisau lipat yang bisa keluar dengan cara dipencet itu belakangan sering dibawa DD karena di lokasi baru kejadian begal juga. Dia membawa pisau itu hanya bila bakal pulang malam," ucap Jhonson.

Jhonson mengatakan DD telah diperiksa polisi terkait peristiwa itu. Dia mengatakan pihaknya juga membuat laporan dugaan begal yang menimpa DD ke polisi.

"Aku yakin polisi menyidik ini dengan menggunakan hati nurani," jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal AKP Budiman Simanjuntak mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini.

"Masih kami dalami," kata Budiman saat dimintai konfirmasi.

(afb/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT