ADVERTISEMENT

Tak Terdesak Jadi Alasan Pria Tikam Begal Jadi Tersangka di Medan

Haris Fadhil - detikNews
Sabtu, 01 Jan 2022 20:42 WIB
Close up of Hand with knife following young terrified man ,Bandit is holding a knife in hand. Threat Concept
Ilustrasi penikaman (Foto: Getty Images/iStockphoto/chingyunsong)
Medan -

Seorang pria berinisial DI ditetapkan sebagai tersangka usai menikam begal yang merampas ponselnya hingga tewas. Polisi menyebut DI menjadi tersangka karena menikam begal dalam keadaan tidak terdesak.

Kasus ini berawal saat DI melintas di wilayah Sunggal, Selasa (21/12/2021) dini hari. Saat itu, ponsel DI dirampas oleh empat orang diduga begal.

"Didatangi empat orang pemuda yang masing-masing berboncengan naik dua sepeda motor. Korban dirampas HP-nya. Kereta (motor) mau dirampas juga. Jadi tarik-tarikan kunci sampai kuncinya bengkok," ucap pengacara DI, Jhonson, kepada wartawan, Senin (27/12/2021).

Dia mengatakan kliennya yang bisa bela diri melawan keempat begal itu. Keempat begal itu kemudian berusaha kabur.

Jhonson mengatakan DI kemudian menarik seorang diduga begal, RZ, hingga terjatuh. DD kemudian mengeluarkan pisau yang dibawanya lalu menusuk RZ hingga tewas.

"Di situlah DD menikam RZ hingga mereka terseret dan terjatuh. Soal pisau lipat yang bisa keluar dengan cara dipencet itu belakangan sering dibawa DD karena di lokasi baru kejadian begal juga. Dia membawa pisau itu hanya bila bakal pulang malam," ucap Jhonson.

Polisi Usut-Tetapkan DI Jadi Tersangka

Polisi kemudian mengusut peristiwa yang menewaskan RZ tersebut. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menetapkan DI sebagai tersangka.

"Sudah," kata Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha Pranata saat dimintai konfirmasi, Selasa (28/12).

Chandra mengatakan pihaknya bakal terus mendalami kasus ini. Dia menjamin polisi bakal mengusut kasus secara adil.

"Jadi dapat dijelaskan bahwa koridor hukum itu iya lah harus ditegakkan. Dalam artian di sini, bagi saya berdasarkan perbuatan yang di akuinya, kita hargai. Dan kita pun Polsek Sunggal mengawal kasus ini sebaik-baiknya untuk terciptanya keadilan itu sendiri," ujar Chandra.

Dia mengatakan DI harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menyebabkan RZ tewas. Meski demikian, dia menegaskan polisi tetap membuka peluang restorative justice.

"Upaya restorative justice terbuka. Kenapa? Karena seperti teman-teman lihat, beliau telah meminta maaf, kita tunggu respons dari pihak keluarga. Bagaimanapun juga adanya korban meninggal dunia di sana," ucap Chandra.

DI Akui Perbuatan dan Minta Maaf

DI telah mengakui perbuatannya menikam RZ hingga tewas. Dia juga menyerahkan diri ke polisi.

"Jadi kemarin itu saya kebetulan pulang malam lewat di jalan itu, memang lintas saya lewat situ tiap harinya. Kebetulan baru pulang dari tempat teman, jalan lewat situ," kata DI.

Dia mengatakan peristiwa itu terjadi di Jalan Sei Beras Sekata, Sunggal. DD menyebut dirinya sempat berhenti untuk mengangkat telepon. Tak lama kemudian, dia mengaku dicegat oleh empat orang yang membawa dua bambu.

"Kebetulan ada yang nelepon, saya berhenti sebentar di situ ingin angkat telpon. Nggak lama saya angkat telpon langsung saya dicegat empat orang yang sudah bawa dua bambu. Jadi saya didatangi oleh orang itu, saya langsung di dorong saya langsung dipukul sambil merampas HP saya dan di situ juga mereka mau ngambil kereta (motor) saya tapi saya tahan. Tapi mereka tetap mukulin saya," sebut DI.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT