Peringatan PKS Warisan Utang Ribuan T Era Jokowi Dituding Cari Sensasi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 21:17 WIB
Presiden PKS Ahmad Syiakhu
Presiden PKS Ahmad Syiakhu (Screenshot YouTube CSIS Indonesia)
Jakarta -

PKS berbicara soal utang yang diwariskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke pemimpin Indonesia berikutnya ditaksir mencapai lebih dari Rp 7 triliun. Namun isu berkaitan utang negara itu dituding hanya mencari sensasi.

Pernyataan terkait taksiran utang ribuan triliun warisan Jokowi dilontarkan oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Prediksi Syaikhu bahwa utang negara di era Jokowi bakal lebih dari Rp 7 triliun bukan tanpa sebab. Sebab, per September 2021 ini, utang pemerintah sudah mencapai Rp 6.000 triliun.

"Utang pemerintah per September 2021 telah mencapai angka yang sangat besar, yakni Rp 6.711 triliun. Para ahli ekonomi memperkirakan bahwa pemerintah Joko Widodo akan mewariskan utang negara hingga mencapai angka Rp 10 ribu triliun di akhir tahun 2024 nanti. Artinya, dalam 10 tahun pemerintahan Joko Widodo akan mewariskan tambahan utang negara lebih dari 7.000 triliun," kata Syaikhu dalam pidatonya di kanal YouTube resmi PKS, Kamis (30/12/2021).

Syaikhu menyebut utang negara yang besar itu akan ditanggung presiden di periode setelahnya nanti. Bahkan dia menilai dengan utang itu pembangunan nasional di periode yang akan datang akan terhambat.

Dia kemudian menyinggung BPK yang kerap mengingatkan kalau kondisi utang negara makin rentan. Risiko keuangan negara disebut akan makin rawan jika gejolak krisis ekonomi terjadi.

"BPK dalam laporannya telah memperingatkan berulang kali bahwa kondisi utang negara sangat rentan karena melampaui seluruh standar yang ditetapkan lembaga-lembaga keuangan internasional. Risiko keuangan negara kita semakin rawan jika ada gejolak krisis ekonomi yang menimpa Indonesia. Maka APBN sebagai bantalan fiskal akan menjadi rapuh dan lemah," katanya.

Lebih lanjut, Syaikhu juga menyebut kerugian akibat utang negara itu bukan hanya terkait dengan kesehatan fiskal tapi juga keadilan antargenerasi. Generasi nanti akan menanggung beban biaya pokok dan bunga dari utang tersebut.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.