PKB Bela Jokowi: Semua Presiden Wariskan Utang Kecuali Gus Dur

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 17:07 WIB
Wasekjen PKB Daniel Johan (Gibran/detikcom)
Daniel Johan (Gibran/detikcom)
Jakarta -

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menaksir Presiden Jokowi akan mewariskan utang lebih dari Rp 7.000 triliun di akhir masa kepemimpinannya. PKB membela Jokowi.

Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut hampir semua presiden mewariskan utang kecuali Presiden ke-4 Gus Dur.

"Hampir semua presiden juga mewariskan utang, kecuali Gus Dur, yang justru mulai melunasi utang warisan Orba saat itu. Makanya kita bangga dan bisa menjadi teladan bagi kita," kata Daniel kepada wartawan, Jumat (31/12/2021).

Daniel lantas membeberkan utang Presiden SUkarno hingga Soeharto. Barulah di masa Gus Dur mengurangi beban negara.

"Presiden Sukarno mewariskan utang luar negeri sebesar USD 6,3 miliar. Pada pemerintahan Orde Baru, Presiden Soeharto menambah utang tersebut sebesar USD 144,7 miliar menjadi USD 151 miliar," ucapnya.

"Lalu saat Gus Dur menjadi presiden, berhasil mengurangi beban negara atas utang luar negeri sebesar USD 9 miliar dalam waktu dan masa kepemimpinan yang sangat singkat, yakni 21 bulan," ucapnya.

Meski begitu, Daniel mengatakan kenaikan utang Jokowi demi menyejahterakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akibat pandemi ini. Lagi pula, menurutnya, ratio utang Indonesia lebih rendah dibandingkan negara tetangga.

"Tapi yang terpenting utang selama kepemimpinan Presiden Jokowi semua diperuntukkan buat kemajuan negara dan kesejahteraan masyarakat dengan pertimbangan yang matang," katanya.

"Rasio utang terhadap PDP 40,48 persen, masih di bawah yang ditetapkan UU sebesar 60 persen. Jika kita bandingkan dengan negara tetangga, kita jauh di bawah mereka. Ambil contoh Singapura rasio utang 150 persen, Malaysia 62 persen, Filipina 54 persen, dan Thailand 44 persen terhadap PDB," lanjut Daniel.

Yang terpenting, kata Daniel, pemerintah harus tetap menjaga keseimbangan pendapatan dengan mengoptimalkan sumber daya alam. Terkait hal itu, dia menyebut Jokowi sudah tegas dalam mengekspor bahan mentah.

"Namun kita tetap harus menjaga agar utang dapat terus berkurang, pemerintah harus mengoptimalkan sumber daya dalam negeri yang ada agar bisa meningkatkan pendapatan negara sehingga tidak lagi menambah posisi utang," katanya.

"Sikap Presiden Jokowi yang dengan tegas untuk tidak mengekspor bahan mentah, seperti nikel dan lainnya, adalah cara jitu untuk meningkatkan nilai tambah sehingga pendapatan dalam negeri meningkat," lanjut Daniel.

Pernyataan Syaikhu terkait utang Jokowi, simak di halaman berikut

Saksikan Video 'PKS: Jokowi Diprediksi Wariskan Utang Hingga Rp 10 Ribu Triliun':

[Gambas:Video 20detik]