Polres Jakpus Gagalkan 741 Kg Sabu Jaringan Internasional Selama 2021

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 31 Des 2021 16:46 WIB
Konpers Polres Jakpus Akhir Tahun 2021
Konpers Polres Jakpus Akhir Tahun 2021 (Azhar/detikcom)
Jakarta -

Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) menyampaikan hasil capaian kinerjanya selama 2021. Selama satu tahun ini, Polres Jakpus berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 741 kilogram dari jaringan internasional.

"Bisa lihat yang kami paparkan ini sebagian besar ini narkoba di luar negeri, khususnya jaringan Iran dan Malaysia. Jadi sekarang ada modus justru datang dari Timur Tengah, yang besar, yaitu 618 kilo sabu dan Malaysia 123 kilo sabu, jadi total adalah 741 kilo, khusus Jakarta Pusat," kata Kapolres Jakpus Kombes Hengki Haryadi di Mapolres Jakpus, Jumat (31/12/2021).

Hengki mengatakan, pada 2021, peredaran narkoba di wilayah Jakpus meningkat drastis. Pasalnya, tahun 2020 di wilayah hukum Jakpus terdapat 26 ribu gram, sementara 2021 sebanyak 771 ribu kilogram, termasuk jaringan internasional.

"Bisa lihat ya pada tahun 2020 contohnya sabu saja tahun 2020 sebanyak 26 ribu gram, tapi tahun 2021 771.901 kilogram, jadi ditambah dengan di luar jaringan Iran dan Malaysia tadi. Ini kelebihannya luar biasa peningkatannya 771 ribu kilogram, dibanding 26 ribu gram," ujarnya

Selanjutnya, Hengki menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini diakibatkan penerapan strategi yakni pre-emptive strike. Dia mengatakan narkoba tentu menjadi hal yang memiliki pengaruh yang fatal terhadap korbannya.

"Tetapi di 2021 mami menggunakan strategi pre-emptive strike dan kami bentuk Satgas Narkoba Jakarta Pusat ini. Mengapa menitikberatkan narkoba ini? Karena narkoba sangat berpengaruh terhadap agresivitas kelompok terhadap fatalitas terhadap korban dan ini sangat berbahaya apabila ini dikonsumsi oleh masyarakat sehingga cenderung yang saat ini di masa pandemi orang stres ya, orang lapar, ditambah narkoba akan kacau, jadi makanya kami titik beratnya di sana," katanya.

"Bayangkan setelah kita menggunakan pre-emptive strike sebagai apa namanya perhatian kita bersama, justru di masa pandemi jaringan luar negeri banyak masuk ke Indonesia, termasuk yang lain terjadi peningkatan baik itu ekstasi, kemudian tembakau gorila, semua meningkat menjadi perhatian kita bersama," tambahnya.

Kemudian, pada 2021, Polres Jakpus juga berhasil mengungkap 381 orang tersangka. Di antaranya 353 laki-laki dan 28 perempuan.

"Kemudian kita lihat data dalam satu tahun ini kita mengungkap 381 orang tersangka, terdiri 28 orang wanita dan 353 orang laki-laki dan 90 persennya adalah bandar. Kemudian penanganan kasus ini dari 317 clearance-nya 253, tapi ya ingat narkoba itu antara crime total dan clearance itu sama, nah ini maksudnya dalam proses, yakin nanti sama," katanya.

"Karena ini kejahatan ini bersama-sama dan mudah untuk dibuktikan, beda seperti kasus kriminal, misalnya ada pencurian, pencuri nya belum dapat dan sebagainya itu berbeda-beda, tetapi ini dalam proses sisanya belum p21," sambungnya.

Lebih lanjut, Hengki menyebut ada 828 kasus yang berhasil diselesaikan Polres Jakpus dari 1.009 kasus. Kasus yang paling menyita perhatian publik, yakni antara lain kasus premanisme di Kemayoran, mafia tabung oksigen, dan kasus ujaran kebencian Aktual TV.

"Kriminal secara umum itu terjadi penurunan ya, ini juga penanganan kasusnya itu dari 1.009 kasus, clearance-nya 828 kasus," katanya.

Sedangkan untuk kasus laka lantas, terdapat 7 orang meninggal dunia selama 2021. Lalu ada 24 luka berat, 506 luka ringan, dan kerugian materiil sebanyak kurang lebih Rp 644 juta.

"Baik tilang dan teguran aku juga mengalami penurunan. Kemudian terkait dengan aksi unjuk rasa ini ada 677 aksi unjuk rasa di masa depan demikian dan akhir-akhir ini ada, tapi dari 677 ini dia terdiri dari aksi organisasi, buruh, mahasiswa masyarakat 120 nya tidak ada SSTP surat tanda penerimaan laporan artinya tidak dapat ada rekomendasi dari kepolisian, karena pandemi kira menghindari kerumunan namun masyarakat tetap menyampaikan aspirasinya, tetap kita jaga," pungkasnya.

(azh/zap)