Terbongkar Fakta Baru 3 Prajurit TNI Pembunuh Handi-Salsa

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 07:25 WIB
Tiga anggota TNI AD ditahan atas kasus penabrakan Handi dan Salsabila di Nagrek, Jabar. Salah satunya adalah Kolonel Inf Priyanto. Ini sosoknya. (dok Imigrasi Gorontalo)
Foto: Tiga anggota TNI AD ditahan atas kasus penabrakan Handi dan Salsabila di Nagrek, Jabar. Salah satunya adalah Kolonel Inf Priyanto. Ini sosoknya. (dok Imigrasi Gorontalo)
Jakarta -

Ada fakta baru yang terungkap dari kasus tiga prajurit TNI pembunuh dua sejoli Handi Saputra (18) dan Salsabila (14). Fakta tersebut dibeberkan oleh Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin.

Hasanuddin membeberkan cerita di balik kasus pembunuhan Handi dan Salsa. Menurutnya, para pelaku awalnya sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cilacap, Jawa Tengah. Perjalanan tersebut melewati Nagreg, Bandung, Jawa Barat.

Mayjen TNI (purn) itu juga mengungkapkan hubungan antara ketiga prajurit TNI dimaksud, yakni Kolonel Priyanto, Kopra Dua DA dan Kopral Dua Ahmad. Hasanuddin menyebut DA dan Ahmad pernah menjadi anak buah Kolonel Priyanto sewaktu menjabat Dandim di Jawa Tengah.

"Kalau 2 tamtama yang mendampingi Kolonel itu, itu yang satu dari Kodam Diponegoro. Dulunya itu pengemudi dia (Kolonel Priyanto) pada saat jadi Dandim di Jawa Tengah," kata Hasanuddin kepada wartawan, Rabu (29/12/2021).


Hasanuddin sendiri mengecam keras tindakan 3 prajurit TNI membunuh Handi dan Salsa. Hasanuddin meminta ketiga prajurit tersebut dihukum berat dan dipecat dari TNI.

"Atas nama rakyat, saya meminta ketiga oknum TNI AD pelaku tabrak lari sekaligus pembunuhan ini dihukum berat, dan diberikan hukuman tambahan dipecat dari dinas militer," ujarnya.

Hasanuddin mengaku miris prajurit TNI justru menjadi pelaku kasus pembunuhan Handi dan Salsa. Terlebih, kata politisi PDIP itu, salah seorang pelaku berpangkat kolonel yang notabenenya perwira menengah di TNI.

Bagaimana sosok Kolonel Priyanto? Simak di halaman selanjutnya.

Saksikan Video '5 Fakta Kasus Kematian Handi-Salsa Buat KSAD Dudung Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]