ADVERTISEMENT

Tampang 3 Perampok Viral yang Bikin Polisi Dicopot Gegara 'Tolak Laporan'

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 27 Des 2021 15:12 WIB
Perampok viral yang bikin polisi dicopot gegara tolak laporan ditangkap
Polisi memamerkan 3 perampok yang viral di Pulogadung, Jaktim. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi telah menangkap 3 pelaku perampokan ATM di Pulogadung, Jakarta Timur, yang menimpa korban Meta Kumalasari. Ketiga pelaku dihadirkan dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya.

Pantauan detikcom, ketiga pelaku tersebut memakai baju tahanan berwarna oranye. Ketiganya diborgol kabel ties.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan telah mengkonfirmasi soal penangkapan pelaku perampokan tersebut. Ketiga pelaku ditangkap tim gabungan Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Handik Zusen dan AKBP Awaludin Amin.

Kasus ini diketahui sempat menyita perhatian publik. Pasalnya, saat membuat laporan, korban malah dibercandai oleh anggota Polsek Pulogadung bernama Aipda Rudi Panjaitan.

Perampok viral yang bikin polisi dicopot gegara 'tolak laporan' ditangkapTampang 3 Perampok Viral yang Bikin Polisi Dicopot Gegara 'Tolak Laporan' (Dok. Istimewa)

Aipda Rudi kini telah dijatuhi sanksi setelah disidang kode etik pada Jumat (17/12) lalu. Dalam sidang etik itu, Aipda Rudi dinyatakan sah dan meyakinkan bersalah.

Aipda Rudi Dinyatakan Berbuat Tak Terpuji

Bidang Propam Polda Metro Jaya telah menggelar sidang kode etik dan profesi terhadap Aipda Rudi Panjaitan. Polisi viral gegara 'menolak laporan' itu dinyatakan bersalah telah melanggar peraturan Kapolri.

"Putusan sidang menyatakan Aipda Rudi Panjaitan, anggota Polres Metro Jakarta Timur terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam keterangan kepada detikcom, Jumat (18/12).

Dalam sidang kode etik tersebut, Aipda Rudi dijatuhi sanksi etika dan sanksi administratif sebagaimana Pasal 21 ayat (1). Aipda Rudi dinyatakan bersalah karena melakukan perbuatan tidak terpuji.

"Menjatuhkan sanksi etika dan sanksi administratif, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf (a), yaitu perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tidak terpuji," jelas Zulpan.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT