ADVERTISEMENT

Aipda Rudi Dicopot, Laporan Korban Perampokan di Jaktim Tetap Diproses

Yogi Ernes - detikNews
Sabtu, 18 Des 2021 10:09 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya menyatakan Aipda Rudi Panjaitan, yang menolak laporan korban perampokan, bersalah melanggar kode etik dan dicopot. Polisi memastikan laporan dari perempuan berinisial KM yang menjadi korban perampokan di Jakarta Timur tetap diusut hingga tuntas.

"Kapolres sudah berjanji akan mengungkap kasus itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan, Sabtu (18/12/2021).

Sanksi kepada Aipda Rudi diketahui bermula saat dia melayani laporan dari KM di SPKT Polsek Pulogadung. Saat itu, KM mengaku baru saja menjadi korban perampokan.

Aipda Rudi justru bercanda dengan korban perampokan tersebut. Aipda Rudi pun telah menjalani sidang etik pada Jumat (17/12). Dia dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah.

Zulpan menjamin laporan kasus perampokan dari KM tetap akan diusut hingga tuntas meski sanksi telah diberikan kepada Aipda Rudi.

"Jadi bukan berarti dengan adanya putusan etik kepada Aipda Rudi Panjaitan kasus Ibu K nggak diungkap, itu tetap dilanjutkan kasusnya. Kita bakal usut," kata Zulpan.

Polda Metro Jaya telah memutuskan Aipda Rudi Panjaitan, polisi yang diviralkan menolak laporan warga, bersalah dalam sidang kode etik hari ini. Aipda Rudi secara sah dan meyakinkan dinyatakan bersalah.

"Putusan daripada sidang yang telah dijalankan dan dilaksanakan tadi, yaitu menetapkan Aipda Rudi Panjaitan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011," terang Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/12).

Sejumlah sanksi dijatuhkan kepada Aipda Rudi. Polisi itu dijerat dengan sanksi etika dan sanksi administrasi.

Salah satu hasil putusan sidang kode etik tersebut, Aipda Rudi direkomendasikan untuk berdinas di luar wilayah Polda Metro Jaya. Aipda Rudi juga dikenai sanksi demosi.

"Akan dipindahtugaskan ke wilayah yang berbeda yang bersifat demosi. Tentunya dalam hal ini nanti Polda Metro Jaya akan memberikan rekomendasi dan usulan kepada Mabes Polri terhadap pemindahan yang bersangkutan ke daerah yang berbeda yang bersifat demosi," pungkas Zulpan.

Simak Video 'Murka Kapolda Metro ke Polisi Jaktim yang Tangani Korban Rampok':

[Gambas:Video 20detik]



(ygs/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT