ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Bisakah Saya Gugat Cerai Suami dengan Alasan Mencuri Uangku?

Andi Saputra - detikNews
Senin, 20 Des 2021 08:21 WIB
Poverty And Absence Of Money Concept. Stacks Of Coins Lying On Table In Front Of Sad African American Couple, Crop
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio)
Jakarta -

Dalam setahun, setengah juta pasangan bercerai di Pengadilan Agama di seluruh Indonesia. Banyak alasan yang melatarbelakangi terjadinya perceraian tersebut. Mungkin ini salah satunya.

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com :

Selamat pagi detik's Advocate

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada detikcom telah memberikan rubrik konsultasi hukum, sehingga bisa memberikan pencerahan dalam kasus-kasus hukum sehari-hari.

Saya ingin menanyakan permasalahan rumah tangga kami. Saya adalah istri yang dinikahi oleh suami saya 3 tahun lalu. Awalnya, hubungan kami berjalan harmonis.

Satu tahun terakhir, rumah tangga kami mulai sering terjadi pertengkaran. Sebab suami saya kerap memakai uang saya tanpa izin. Jumlahnya tidak kecil. Bukan seratus ribu, kadang bisa Rp 10 juta. Baik di ATM (karena dia juga tahu nomor PIN ATM kami), atau mengambil uang di dompet. Dihitung-hitung, uang yang diambil sudah lebih dari Rp 100 juta. Ketika saya tanya buat apa uangnya, dia selalu marah.

Kesabaran saya sudah habis. Rencana mau mengajukan gugatan perceraian karena suami saya mencuri uang saya tersebut. Bagaimana menurut pertimbangan detik's Advocate?

Terima kasih.

Tia
Bali

JAWABAN:

Pertama-tama, kami ucapkan terima kasih telah memberikan apresiasi ke kami. Semoga permasalahan rumah tangga saudari segera terselesaikan.

Langkah pertama, sebelum menempuh gugatan cerai, kami menganjurkan agar masalah Anda diselesaikan secara kekeluargaan. Bila perlu, maka saudari bisa meminta pertimbangan sesepuh yang dihormati di keluarga besar saudari untuk memberikan nasihat agar rumah tangga saudari kembali harmonis. Sebab, perceraian adalah tindakan yang dibolehkan Tuhan tapi Tuhan sangat membencinya.

Kedua, bila jalan kekeluargaan sudah buntu, maka saudari bisa mengambil langkah gugat cerai ke Pengadilan Agama (bagi yang beragama Islam) atau ke Pengadilan Negeri (bagi yang beragama non-Islam). Berdasarkan Pasal 38 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan bahwa perkawinan dapat putus karena kematian, perceraian, dan atas keputusan pengadilan.

Pasal 39 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatakan bahwa perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan.

Lihat juga video 'Pria di Sukoharjo Curi lalu Bakar Motor Serta Racuni Istri Sendiri':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT