ADVERTISEMENT

Anggota DPR Kecam Sekolah Mediasi Korban-Pelaku Cabul: Jangan Gampangin!

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 18 Des 2021 09:04 WIB
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Putra Nababan.
Putra Nababan (Dok. instagram @putranababan74)
Jakarta -

Langkah pihak sekolah memediasi siswi magang korban pencabulan dengan pelaku, yang merupakan pegawai kelurahan di Tangerang Selatan (Tangsel), menuai kritik keras. Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan meminta pihak sekolah tidak menggampangkan kasus pencabulan yang dialami siswinya.

"Jadi sekolah harus ngerti yang gini-gini. Sekolah jangan menggampangkanlah, sekolah jangan mengampangkan masalah ini. Ini masalah yang serius, sangat serius dan itu berdampak sampai nanti mereka bekerja punya anak, berdampak nanti itu. Jadi jangan digampangkan dan sekolah taat hukum," kata Putra kepada wartawan, Jumat (17/12/2021).

Putra mengatakan harusnya sekolah memahami kasus pelecehan seksual ini. Dia menyebut pelecehan seksual sangat berdampak panjang pada korban.

"Sudah ada proses hukum. Sekolah harusnya mengerti dampaknya. Ketika anak-anak ini begitu tidak suka bagian-bagian yang tidak boleh disentuh oleh siapa pun, mereka merasa terganggu harkat dan martabat mereka. Dari kecil mereka diajarin untuk bagaimana melindungi," sebut dia.

Putra meminta pihak sekolah untuk konsisten dengan penegakan hukum. Dia menekankan bahwa kasus pencabulan tak bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Ini kan jadi menguak banyak kejadian pelecehan seksual, yang terjadi di lingkungan sekolah ataupun tempat magang. Kalau menurut saya, kita harus konsisten dari sisi penegakan hukum," tutur Putra.

"Ini kan bukan persoalan keluarga-berkeluarga, bukan persoalan mediasi dan lain sebagainya. Tapi apa yang dilakukan ini satu bentuk tindak pidana yang bisa diproses. Buktinya dia sudah jadi tersangka," imbuhnya.

Putra mengkhawatirkan upaya mediasi pihak sekolah membuat korban semakin trauma. Putra meminta sekolah untuk menghormati proses hukum.

"Jangan sampai upaya-upaya yang dilakukan sekolah justru membuat trauma korban. Korban yang sudah merasakan masih dipertemukan lagi dengan tersangka yang telah ditetapkan polisi. Saya sangat menyayangkan sekali, pihak sekolah yang harusnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan, tidak boleh mengintervensi. Apalagi itu berdampak trauma terhadap anak SMK," ucapnya.

Simak juga 'Tega Cabuli Siswanya Lebih dari Sekali, Guru SMA di Makassar Diciduk!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT