ADVERTISEMENT

Cabuli 3 Siswi Magang, Pegawai Kelurahan di Tangsel Mengaku Khilaf

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 14:43 WIB
Pelecehan Seksual
Foto: iStock
Jakarta -

SA (54), seorang pegawai honorer di Kelurahan Jombang, Tangerang Selatan, ditetapkan sebagai tersangka karena mencabuli tiga siswi SMK magang. Lalu, apa yang menjadi alasan S dalam melakukan aksi bejatnya itu?

Diketahui, SA mengaku khilaf saat mencabuli tiga siswi magang itu. Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Aldo Primananda Putra.

"Hasil pemeriksaan sementara motifnya masih khilaf melakukan perbuatan cabul tersebut," kata Aldo saat dimintai konfirmasi, Jumat (17/12/2021).

Namun Aldo sendiri belum menjelaskan secara detail sudah berapa kali SA melakukan aksi bejatnya itu. Pihaknya hingga kini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Masih kita periksa sebagai tersangka," kata Aldo.

Sebelumnya, polisi menetapkan SA sebagai tersangka pencabulan tiga siswi SMK magang. SA kini sudah ditahan oleh polisi.

"Betul (sudah tersangka). Sudah (ditahan) kita amankan di kantor," ucap Aldo.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan SA sudah dipecat. SA bahkan telah mengakui aksi bejat yang dilakukan itu.

"Langkah yang langsung kita lakukan pemecatan yang pertama, bagaimanapun orang seperti ini tidak boleh lagi ada di lingkungan pemerintah Kota Tangerang Selatan itu yang pertama," ujar Pilar Saga Ichsan kepada wartawan di Tangsel, Kamis (16/12).

"Hasil sidang etik di kecamatan, Pak Sekcam menyampaikan bahwa yang bersangkutan itu sudah menulis pernyataan secara tertulis bahwa benar melakukan kejadian itu yang kemarin sempat ramai di media massa," imbuhnya.

Lebih lanjut Pilar, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada ketiga korban pencabulan tersebut. Pilar menegaskan pihaknya tidak mentoleransi perbuatan pelaku.

"Kami dari Dinas perlindungan perempuan dan anak akan mendampingi para korban ini ada tiga anak usia 17, 16, dan 16 tahun. Ini jadi contoh di Tangsel tidak ada satu pun karyawan atau staf di lingkungan Pemkot yang akan dilindungi jika melakukan perilaku keji seperti itu," tambahnya.

Lihat juga video 'Polisi Amankan Guru Ponpes yang Cabuli Santrinya di Tasikmalaya':

[Gambas:Video 20detik]

(rak/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT