Gerindra Bakal Klarifikasi Kadernya soal Eks Dirut TransJ Nonton Belly Dance

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 19:44 WIB
Habiburokhman
Habiburokhman (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Majelis Kehormatan Partai Gerindra akan mengklarifikasi kadernya Adi Kurnia, yang juga merupakan anggota DPRD DKI Jakarta, terkait viral video direksi TransJakarta rapat sambil menonton tari perut atau belly dance. Gerindra memastikan secara umum membebaskan para kadernya menyampaikan pendapat.

"Majelis Kehormatan Partai akan undang anggota DPRD tersebut untuk klarifikasi seperti apa duduk masalahnya," kata Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra Habiburokhman saat dihubungi, Rabu (15/12/2021).

Habiburokhman mengatakan pada dasarnya Partai Gerindra mempersilakan para kader untuk berpendapat. Namun, menurutnya, pendapat itu tidak boleh sampai memfitnah atau merugikan pihak lain.

"Secara umum kader Gerindra bebas dalam menyampaikan pendapat, tapi tentu tidak boleh menyampaikan fitnah yang merugikan pihak lain, terlebih terhadap orang yang sudah meninggal," ucapnya.

Habiburokhman juga menekankan agar para kader berpegang pada ikrar kader Gerindra. Dia meminta para kader tetap berlaku sopan dan rendah hati dalam bersikap.

"Sesuai dengan ikrar jati diri kader Gerindra, kami harus senantiasa bertindak sopan dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Untuk diketahui, viralnya video direksi TransJ rapat sambil menonton tari perut atau belly dance berbuntut panjang. Keluarga eks Dirut PT TransJakarta, almarhum Sardjono Jhony, mengultimatum anggota DPRD DKI Adi Kurnia untuk segera meminta maaf.

Semua ini bermula dari anggota DPRD DKI F-Gerindra Adi Kurnia yang sempat mengkritik proses asesmen dan rekrutmen TransJakarta. Adi mengancam soal video jajaran TransJakarta menonton belly dance, yang disebutnya striptis.

Hal itu diutarakan dalam rapat bersama PT TransJakarta di Komisi B DPRD DKI, Senin (6/12/2021). Adi awalnya menyoroti proses perekrutan direksi TransJakarta buntut kecelakaan yang terjadi berturut-turut.

Adi lalu mengaku memiliki video direksi TransJakarta menonton tari striptis, belly dance. Adi mengatakan hal itu di hadapan Plt Kepala Badan Pembina BUMD DKI Jakarta Riyadi.

"Bapak diskusi ngobrol dengan para operator, Bapak ngobrol di kafe, sambil nonton striptis lagi, Bapak sambil nonton striptis, belly dance. Memakai baju TransJakarta Bapak-bapak. Jangan. Itu sudah mencerminkan gimana, rusak akhlak Bapak-bapak. Jadi saya mau tanya ke Pak Riyadi, ini pengawasannya di mana? Jangan, ya, Pak Syafrin," ujar Adi dalam rapat terbuka itu.

"Untuk video itu cukup di saya, nanti kalau viral di masyarakat, ini gimana, Bapak. Jajaran direksi lengkap Bapak pergi ke kafe, Bapak nonton belly dance, striptis, sambil ngobrol tentang perkembangan transportasi DKI Jakarta," ujarnya.