Keluarga Eks Dirut TransJ Ultimatum Legislator Adi Kurnia, Ini Kata Gerindra

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 12:16 WIB
Ktua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani
Rani Mauliani (Dok. Istimewa/foto diberikan oleh narasumber)
Jakarta -

Keluarga eks Dirut PT TransJakarta, almarhum Sardjono Jhony, mengultimatum anggota DPRD DKI, Adi Kurnia, untuk meminta maaf buntut viral video belly dance. Fraksi Gerindra sebagai partai yang menaungi Adi Kurnia akan melakukan diskusi secara internal.

"Terkait berita ini muncul lagi nanti mungkin saya akan berdiskusi dengan teman-teman fraksi dan Ketua DPD perihal langkah selanjutnya bagaimana," kata Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani saat dimintai konfirmasi, Rabu (15/12/2021).

Rani mengaku sejak awal dirinya telah memberi peringatan kepada Adi yang membunyikan isu direksi TransJakarta menonton belly dance saat rapat. Sampai akhirnya keluarga menuntut meminta maaf dari Adi.

"Nah kan, saya sudah mengingatkan pak Adi ketika awal berita ini beredar, saya kira kemarin beritanya sudah cooling down," ujarnya.

Meskipun begitu, Fraksi Gerindra belum mengambil sikap atas permintaan keluarga. Dia pun kembali menegaskan, fraksinya akan melakukan pembahasan terlebih dahulu secara internal.

"Kita belum sampai sejauh itu, kita akan bicarakan via internal terlebih dahulu, untuk update-nya nanti kita berkabar ya," jawabnya.

detikcom sudah mencoba menghubungi Adi Kurnia untuk meminta penjelasan. Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum merespons.

Sebelumnya diberitakan, keluarga almarhum Sardjono Jhony mengultimatum anggota DPRD DKI Adi Kurnia untuk segera meminta maaf. Hal ini buntut viralnya video tari perut atau belly dance direksi TransJakarta.

"Saya tegaskan untuk yang terhormat Bapak Adi Kurnia, kita sesama muslim ya, saya keluarga Tubagus Martadipura sangat tersinggung dengan video yang beredar saat ini," ujar juru bicara keluarga Tubagus Amir Martadipura, R Tonny Hydrato, kepada wartawan, Selasa (14/12).

"Dalam waktu 2x24 jam, saya minta secara gentle, tolong Anda meminta maaf, datang langsung ke rumah kontrakan almarhum, jangan mencari pembenaran diri sendiri, kalau tidak akan saya laporkan secara hukum," sambungnya

Tonny menegaskan akan mengejar siapa pun yang terlibat dalam penyebaran video tersebut. Jika tidak ada pernyataan maaf, pihaknya akan membawa masalah ini ke jalur hukum.

"Kalau tidak, saya akan lapor secara hukum dan lebih ekstrem lagi saya akan kejar, karena harga diri dan martabat keluarga sudah dihina," ujarnya.

Lebih lanjut, kuasa hukum SPTI, Ade Drajat, mengatakan video viral tersebut tidak ada hubungannya dengan kecelakaan TransJakarta yang terjadi belakangan ini.

"Video ini nggak ada sangkut paut dengan kecelakaan TransJ, karena kecelakaan ini jauh dari rentetannya dengan peristiwa, nggak ada sangkut pautnya," ujarnya.

Simak Video 'Keluarga Eks Dirut TransJ Desak Adi Kurnia Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/knv)