Serikat Pekerja TransJ Cari Penyebar Video Direksi Nonton Belly Dance

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 14:01 WIB
Jumpa pers serikat pekerja TransJakarta
Foto serikat pekerja TransJ (Muhammad Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Serikat kerja TransJakarta (TransJ) FSPMI dan SPTI mengatakan akan membawa kasus video viral direksi TransJ ke ranah hukum. Mereka akan mencari pelaku penyebar video itu.

"Saya selaku kuasa hukum, saat ini oknum belum diketahui, cuma kita sedang mencari tahu. Kadang yang merekam tersebut bukan berarti dia yang menyebarluaskan. Kita proses hukum, karena pencemaran nama baik, fitnah, dan tidak ada hubungannya dengan kecelakaan karena jarak waktunya sangat jauh, tidak masuk akal," ujar kuasa hukum serikat kerja TransJ, Ade Sadarajat, saat konferensi pers di Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/12/2021).

Menurut Ade, video itu tidak hanya berdampak pada pimpinan direksi, tapi juga pada keluarganya. Dia pun meminta penyebar video itu mengaku dan meminta maaf.

"(Video) ini dipublikasikan ke publik, dampaknya nggak pimpinan doang, keluarga juga beban moral, susah disembuhkan. Kita mau proses, mau tahu, kasih 1x24 jam. Kalau nggak ada yang minta maaf, kita proses," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan pihaknya akan melakukan klarifikasi juga terkait video tersebut kepada Gubernur DKI Jakarta dan Mendagri. Mereka juga akan melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya terkait UU ITE.

"Untuk proses hukum, setelah konferensi pers, kita menyatakan sikap klarifikasi kepada Gubernur DKI Jakarta dan Mendagri bahwa video itu tidak benar, klarifikasi semua, kemudian lapor ke Polda Metro Jaya. Ini sudah mengatur UU ITE," jelasnya.

Video Direkam 2 Tahun Lalu

Sebelumnya, Ade menyebut video tersebut direkam 2 tahun lalu. Saat itu acara ramah tamah TransJakarta.

"Tanggal kurang tahu pasti, kurang-lebih 2 tahun ke belakang. Jadi nggak ada laka lantas itu dikaitkan dengan kejadian 2020 itu. Kita hadir di situ, 4 serikat pekerja bersama direktur baru untuk kenalan," kata Ade.

Dia mengaku penari belly dance tersebut tidak dipesan oleh rombongan TransJ. Sebab, kata dia, memang restoran tersebut menyediakannya untuk umum.

Ade menjelaskan serikat pekerja hanya diundang oleh Dirut TransJ sebelumnya, Alm Sardjono Jhony. Bahkan, kata dia, Jhony membayar seluruh biaya tersebut menggunakan uang pribadi.

Dia juga menegaskan kegiatan ramah tamah itu berlangsung di luar jam operasional kerja pegawai TransJ. Dia menambahkan tidak ada satu pun operator TransJ yang hadir.

Simak juga video 'Dirut TransJakarta Bantah Isu Sopir Bekerja Long Shift':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)